Gyeongsang National University Kunjungi IPB University, Bahas Penguatan Kolaborasi Akademik dan Riset
IPB University menerima kunjungan delegasi Gyeongsang National University (GNU), Korea Selatan, Senin (2/11). Delegasi yang dipimpin Presiden GNU, Jin-Hwe Kweon, diterima secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh) Rektor IPB University, Prof Deni Noviana, di Ruang Sidang Rektor 1, Kampus Dramaga.
Dalam pertemuan tersebut, Jin-Hwe Kweon menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan IPB University, khususnya dalam bidang penelitian dan ilmu pertanian. Menurutnya, IPB University telah mengalami banyak perubahan dan memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis bagi GNU.
Ia menilai kedua universitas memiliki peluang untuk saling belajar dan berbagi keunggulan, termasuk dalam pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan bidang kedokteran. Ia juga berharap mahasiswa GNU yang sedang belajar di IPB University dapat memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan selama menjalani kegiatan akademik.
Diskusi kedua universitas turut membahas sejumlah peluang pengembangan kerja sama, di antaranya program double degree, magang (internship), pengembangan pusat riset (research center), pertukaran mahasiswa (student exchange), penguatan Program Studi Smart Agriculture, penelitian bersama, serta publikasi ilmiah kolaboratif.
Plh Rektor IPB University, Prof Deni Noviana, menyampaikan kegembiraannya atas kunjungan Presiden dan delegasi GNU. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk semakin memperkuat hubungan yang telah terjalin lama antara kedua universitas, bertukar gagasan, serta menjajaki peluang baru untuk berkolaborasi.
“Selama ini, IPB University dan Gyeongsang National University telah membangun kemitraan yang bermakna di bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi. Kami sangat menghargai hubungan ini dan menyampaikan apresiasi atas komitmen GNU dalam memperkuat kolaborasi kedua institusi,” ujarnya.
Salah satu bentuk kontribusi nyata GNU dalam kemitraan tersebut adalah dukungannya terhadap pengembangan Program Studi Smart Agriculture IPB University. Dukungan itu mencakup pengembangan kurikulum, kolaborasi akademik, serta pengembangan fasilitas pembelajaran dan penelitian, termasuk sistem agrivoltaic dan fasilitas plant factory.
Kolaborasi kedua universitas juga telah merambah penelitian pertanian berkelanjutan, salah satunya melalui kajian penerapan pupuk silikat untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus meneliti potensinya dalam mengurangi emisi metana. Kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menjawab tantangan di bidang pertanian, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan.
“Semoga pertemuan ini menjadi langkah konkret untuk memperluas bidang kerja sama dan memperkuat kemitraan kedua universitas sehingga dapat menghasilkan dampak yang bermakna dan berkelanjutan,” pungkasnya. (dh)
