IPB University Raih Juara 2 Sustainability di PR Excellence Awards 2026
IPB University meraih juara kedua dalam ajang PERHUMAS Public Relations Excellence Awards (PREA) 2026 kategori Sustainability PR Program. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026 di Sumaryo Grand Ballroom, The Sunan Hotel Solo, Surakarta (17/10).
Pada kategori Sustainability PR Program, posisi pertama diraih PT MRT Jakarta, sedangkan posisi ketiga ditempati PT PLN (Persero) UIP3B Kalimantan. Penjurian PREA 2026 berlangsung secara daring pada 29–30 September 2026.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus mengembangkan inisiatif yang menghubungkan peran perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.
“Capaian ini menjadi penyemangat bagi IPB University untuk terus mengembangkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap capaian ini dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi, mengoptimalkan potensi lokal, dan mendorong keberlanjutan pembangunan desa,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi, menilai pengakuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat penyampaian informasi mengenai program dan dampak yang dihasilkan institusi.
“Kami ingin memastikan bahwa komunikasi mengenai program IPB University tidak berhenti pada penyampaian kegiatan, tetapi juga menggambarkan nilai, proses, dan manfaatnya. Melalui komunikasi yang relevan dan berbasis dampak, publik dapat memahami kontribusi perguruan tinggi secara lebih utuh,” ungkapnya.
Bahas Tantangan Kehumasan
Konvensi Humas Indonesia 2026 berlangsung pada 17–18 Oktober dengan tema “Humas sebagai Daya Bangsa: Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Indonesia”. Acara tahunan yang diselenggarakan Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) ini mempertemukan praktisi humas, akademisi, pemimpin komunikasi, dan pemangku kepentingan lintas sektor.
Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, serta Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani. Berbagai diskusi membahas keberlanjutan, integritas humas di era kecerdasan buatan, disinformasi, dan penguatan kepercayaan publik. (Fj)
