Belajar Keuangan Syariah lewat Game RPG Berbasis AI, Mahasiswa IPB University Tampil di ISEF 2026
Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University, Rifki Hilman Fauzi, memperkenalkan ALIF, platform edukasi keuangan syariah berbasis kecerdasan buatan (AI) dan teknologi permainan interaktif, pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) bersama kementerian, lembaga, dan mitra strategis ini berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
ALIF dikembangkan mahasiswa lintas disiplin antara ekonomi syariah dan teknologi digital, yakni Rifki, Andrian Raihanuddin, dan Gregorius Willson. Inovasi ini sebelumnya meraih penghargaan People’s Choice Awards–Honorable Mention dalam PIDI DIGDAYA x Hackathon 2026.
Simulasi Keputusan Finansial dalam Game RPG
Rifki menjelaskan, berbeda dari edukasi keuangan yang umumnya mengandalkan penyampaian materi atau kuis konvensional, ALIF mengembangkan simulasi pengambilan keputusan finansial lewat permainan berbasis turn-based role-playing game (RPG) bertajuk The Gharar Files.
“Dalam permainan itu, pengguna dihadapkan pada berbagai skenario keuangan, termasuk tawaran investasi mencurigakan, praktik pinjaman yang merugikan, serta persoalan riba, garar, dan maysir. Pengguna tidak sekadar memilih jawaban yang tersedia, tetapi dilatih menyusun argumen secara mandiri,” urainya.
Untuk mendukung pembelajaran, ALIF mengintegrasikan teknologi natural language processing (NLP) dan retrieval-augmented generation (RAG). Sistem AI dirancang mengevaluasi argumentasi pengguna dengan merujuk pada sumber keuangan syariah yang relevan, termasuk fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Dukungan Akademik dan Teknologi
Pengembangan ALIF juga didukung lingkungan akademik IPB University. Bersama Departemen Ilmu Ekonomi Syariah di bawah arahan Dr Khalifah Muhamad Ali, tim menyusun rencana uji coba terbatas (academic sandbox) sebagai sarana pendukung pembelajaran dan praktikum mahasiswa.
Direktur Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) IPB University, Dr Laily Dwi Arsyianti, mendampingi tim dalam memperkuat substansi fikih muamalah dan arah pengembangan inovasi. Tim juga berdiskusi dengan Head of Computer Science Department BINUS University, Ir Andry Chowanda, SKom, MM, PhD, mengenai arsitektur AI, mekanika permainan, dan kesiapan sistem untuk pengembangan lebih lanjut.
Dari Kompetisi ke Pemanfaatan Lebih Luas
Lewat showcase di ISEF 2026, tim dapat mendemonstrasikan purwarupa, menerima masukan pengunjung, dan menjajaki peluang pengembangan bersama akademisi dan praktisi industri. Langkah ini bagian dari upaya membawa inovasi yang semula dikembangkan dalam kompetisi menuju pemanfaatan yang lebih luas sebagai media pembelajaran keuangan syariah yang interaktif dan mudah diakses.
“Ke depan, kami berencana menyempurnakan sistem AI, menguji pengalaman pengguna, dan mengeksplorasi model implementasi bersama institusi pendidikan dan mitra ekosistem keuangan syariah,” tandasnya.
Melalui pengembangan ALIF, tim berharap dapat memperluas pendekatan literasi keuangan syariah yang tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab. (*/Rz)
