Wisuda Sekolah Keluarga Berkualitas IPB University, Bekali Fasilitator Jadi Agen Perubahan
Sekolah Keluarga Berkualitas (SKB) IPB University kembali mewisuda para peserta setelah menjalani rangkaian pembelajaran selama Juni hingga Agustus 2026. Kegiatan yang digelar di Auditorium Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK), Kampus IPB Dramaga, ini menjadi bagian dari upaya IPB University untuk memperkuat peran keluarga dalam membangun masyarakat.
SKB diselenggarakan IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) bersama Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA). Memasuki tahun keempat, program ini terus berkembang dan menjangkau peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada tahun ini, sebanyak 50 fasilitator dari lima desa dan kelurahan lingkar kampus mengikuti pembelajaran secara luring. Kelima wilayah tersebut yaitu Desa Cikarawang, Desa Ciherang, Desa Dramaga, Kelurahan Semplak, dan Kelurahan Curug Mekar. Sementara itu, 80 fasilitator dari 18 provinsi mengikuti pembelajaran secara daring. Dari para fasilitator tersebut, program SKB secara keseluruhan telah menjangkau 1.300 keluarga binaan.
Asisten Bidang Techno-sociopreneurship LPA2I IPB University, Dr M Iqbal Irfany, mengatakan pola pelaksanaan SKB memang terus dikembangkan mengikuti kebutuhan. Pada dua tahun pertama, pembinaan dilakukan langsung kepada keluarga. Namun, dalam dua tahun terakhir, fokusnya mulai diarahkan kepada fasilitator.
Menurut Dr Iqbal, cara tersebut memungkinkan manfaat SKB menyebar lebih luas. Fasilitator yang telah mendapatkan pembelajaran nantinya dapat meneruskan pengetahuan kepada keluarga lain di lingkungan masing-masing.
Selama mengikuti SKB, para fasilitator mendapatkan berbagai materi yang dekat dengan kehidupan keluarga. Di antaranya mengenai ketahanan keluarga, 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dan pencegahan stunting, penerapan asah, asih, asuh, tumbuh kembang baduta, pengelolaan keuangan keluarga, hingga pemahaman mengenai nilai dan investasi anak.
Wakil Kepala LPA2I Bidang Inovasi, Alih Teknologi dan Sociopreneurship IPB University, Prof Tri Prartono, menilai penguatan keluarga merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan masyarakat.
“Kalau keluarganya baik, insyaallah semuanya akan baik. Persoalan yang ada di masyarakat tidak mungkin hanya diatasi oleh pemerintah atau negara,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi SKB yang telah berjalan selama empat tahun. Menurutnya, keberlanjutan program ini tidak terlepas dari kerja sama IPB University dengan pemerintah daerah, desa dan kelurahan, dosen, fasilitator, serta masyarakat.
Program SKB menjadi bagian dari upaya “IPB Hadir” melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui training of trainers (ToT), para fasilitator tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi penggerak di wilayah masing-masing.
Wisuda ini pun bukan menjadi akhir dari proses pembelajaran. Justru, setelah menyelesaikan SKB, para fasilitator diharapkan dapat membawa pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan dan dibagikan kembali kepada keluarga di sekitarnya.
Dengan semangat “Keluarga Cerdas, Anak Berkualitas”, SKB diharapkan terus berkembang dan melahirkan lebih banyak agen perubahan yang dapat membantu membangun keluarga yang berkualitas, berdaya, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masyarakat. (Ez)
