Petakan Potensi SDM Sepuluh Kampung di Distrik Semangga, TEP IPB Siapkan Program Pendampingan Lanjutan
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University menyiapkan sejumlah program pendampingan lanjutan bagi warga di sepuluh kampung di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menyusul hasil penjajakan yang dilakukan sepanjang Agustus 2026.
Program yang disiapkan mencakup pendampingan desain kemasan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga bantuan pengurusan izin usaha.
Penjajakan dilakukan tim melalui diskusi langsung dengan kepala kampung, kader posyandu, kelompok tani, pelaku usaha, dan ketua adat di sepuluh kampung yang tersebar di Distrik Semangga.
Kegiatan ini bertujuan menangkap kebutuhan riil masyarakat sebagai dasar perancangan program, mengingat karakteristik tiap kampung berbeda-beda, baik kampung pesisir maupun bukan, kampung lokal maupun eks-transmigrasi. Hasilnya, tim menemukan sejumlah potensi yang perlu segera ditindaklanjuti.
Akses Pasar Hingga Izin Usaha
Hasil temuan tim di Kampung Matara, warga telah berhasil mengolah hasil bumi menjadi produk olahan yang dikirim hingga ke Bali, tetapi masih terkendala akses pasar yang lebih luas. Sementara itu, pelaku UMKM di Kampung Muram Sari menghadapi kendala pengurusan legalitas usaha seperti izin BPOM, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
“Menjawab temuan tersebut, kami merancang pendampingan desain kemasan produk UMKM agar lebih kompetitif di pasar yang lebih luas, disertai bantuan teknis pengurusan NIB dan PIRT bagi pelaku usaha yang belum memilikinya,” ujar Farhan, perwakilan tim.
Tim juga akan menjalin kolaborasi dengan SMKN 5 Merauke sebagai pusat inkubator bisnis, sehingga pendampingan UMKM dapat terus berjalan meski masa penugasan tim di lapangan telah berakhir.
Kepala Distrik Semangga, Herman Kanggion, menegaskan bahwa penggalian potensi ini harus berujung pada tindak lanjut nyata.
“Setiap potensi dan kebutuhan kapasitas SDM dari sepuluh kampung ini harus dijawab secara menyeluruh, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kami mengusulkan agar seluruh Tim Ekspedisi Patriot yang bertugas di lima titik Semangga berkolaborasi bersama para kepala kampung dalam satu wadah bersama,” ujarnya.
Ke depan, Farhan mengatakan, penguatan kapasitas SDM juga akan diarahkan melalui program Sekolah Keluarga Berkualitas, yang dirancang untuk membekali keluarga di Distrik Semangga dengan keterampilan pengasuhan dan kesehatan keluarga, sekaligus mendorong generasi muda agar lebih terlibat aktif dalam pembangunan kampung mereka sendiri.
Melalui rangkaian program pendampingan tersebut, TEP IPB University berharap seluruh potensi SDM yang telah teridentifikasi di sepuluh kampung Distrik Semangga dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat setempat. (*/Rz)
