LPA2I IPB University, Pemkab dan YKAN Perkuat Kapasitas Petani Bulungan melalui Sekolah Lapangan Agrokompleks

LPA2I IPB University, Pemkab dan YKAN Perkuat Kapasitas Petani Bulungan melalui Sekolah Lapangan Agrokompleks

lpa2i-ipb-university-pemkab-dan-ykan-perkuat-kapasitas-petani-bulungan-melalui-sekolah-lapangan-agrokompleks
Berita / Pengabdian Masyarakat

IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) turut mengambil peran dalam penguatan kapasitas masyarakat melalui program Sekolah Lapangan Agrokompleks di Desa Long Buang, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. 

Bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), IPB University mendukung pembelajaran berbasis praktik lapangan yang menghubungkan pengetahuan ilmiah, pengalaman petani, dan potensi sumber daya lokal untuk mendorong pengembangan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

IPB University bersama Pemkab Bulungan dan YKAN (Foto: LPA2I IPB)

Program yang berlangsung selama satu tahun hingga November 2026 ini melibatkan 46 peserta, terdiri atas 30 perwakilan petani dari Kecamatan Peso, 10 mahasiswa Universitas Kaltara, serta 6 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan.

“Melalui Sekolah Lapangan Agrokompleks, IPB University terus mendorong hadirnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan pengetahuan serta inovasi yang dapat diterapkan secara nyata,” ujar Asisten Bidang Pengembangan Tani dan Nelayan LPA2I IPB University, Bonjok Istiaji, SP, MSi.

Ia berharap program ini dapat mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Bulungan menuju sistem yang lebih terpadu, produktif, adaptif, dan berkelanjutan.

Keterlibatan TNC LPA2I IPB University menjadikan peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui praktik langsung berdasarkan kondisi nyata di lapangan. 

Pengamatan Lapangan oleh Peserta Sekolah Lapangan Agrokompleks (Foto: LPA2I IPB)

Peserta mengamati kondisi agroekosistem, melakukan praktik, berdiskusi, mengidentifikasi permasalahan, serta mengevaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan, H Risdianto, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu langkah dalam memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendorong pembangunan hijau yang produktif dan berkelanjutan.

“Program ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan. Melalui Sekolah Lapangan, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga praktik langsung yang dapat diterapkan sesuai kondisi wilayah masing-masing,” ujar Risdianto.

Peserta Sekolah Lapangan Agrokompleks (Foto: LPA2I IPB)

Pelaksanaan program sejalan dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bulungan 2025–2030, yang menetapkan wilayah koridor barat, khususnya Kecamatan Peso, sebagai kawasan cepat tumbuh berbasis pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan terpadu.

“Koridor barat menjadi salah satu fokus pengembangan daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas petani menjadi bagian penting agar potensi yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ungkapnya.

Program Sekolah Lapangan Agrokompleks dirancang dalam delapan sesi pembelajaran yang disusun secara bertahap. Salah satu pendekatan utama yang diperkenalkan adalah agrosilvopastura, yaitu model pengelolaan lahan yang mengintegrasikan sektor pertanian, kehutanan, dan peternakan secara berkelanjutan.

“Pendekatan ini diharapkan membuat peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menerapkan, mengembangkan, bahkan mereplikasi sistem agrosilvopastura sesuai karakteristik wilayah masing-masing,” jelas Risdianto.

Kolaborasi dengan YKAN memperkuat perspektif keberlanjutan, sementara keterlibatan TNC LPA2I IPB University memperkuat aspek pengembangan kapasitas melalui pendekatan pembelajaran yang menghubungkan keilmuan, inovasi, dan praktik masyarakat di lapangan.

Melalui program ini, peningkatan produktivitas pertanian diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Pengalaman serta hasil pembelajaran juga diharapkan dapat menjadi model yang dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain sesuai karakteristik dan potensi masing-masing daerah. (*/Rz)