Kolaborasi Tim IndoDairy 2 IPB University dan KPSP Saluyu Tingkatkan Kualitas Layanan Koperasi kepada Peternak
Sebagai upaya nyata untuk mendorong peningkatan produktivitas peternak sapi perah lokal, tim peneliti IndoDairy 2 IPB University resmi menjalin kerja sama strategis dengan Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Saluyu yang ditandai dengan penandatangan kerja sama (PKS) di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Penandatanganan kerja sama tersebut menandai langkah konkret dan komitmen kedua belah pihak dalam upaya mengakselerasi kualitas pelayanan koperasi kepada seluruh anggotanya. Program ini merupakan bagian dari intervensi proyek IndoDairy 2 yang didanai oleh ACIAR (Australian Centre for International Agricultural Research) dengan fokus utama pada penguatan pendekatan layanan koperasi berbasis kebutuhan peternak.
Prof Sahara, In-Country Coordinator Proyek IndoDairy 2 sekaligus Direktur International Trade Analysis and Policy Studies (ITAPS) IPB University, menyampaikan bahwa pendekatan program dilakukan secara partisipatif dan menyesuaikan dengan kebutuhan riil peternak di lapangan.
“Intervensi IndoDairy 2 tidak hanya berfokus pada kesehatan ternak dan peningkatan produktivitas, tetapi juga pada penguatan tata kelola koperasi. Dengan demikian, layanan koperasi diharapkan semakin sesuai dengan kebutuhan peternak yang pada gilirannya bisa meningkatkan pendapatan peternak.
Kami berharap pendampingan selama 18 bulan ke depan dapat menjadi pembelajaran dan model bagi koperasi lainnya,” ujar Prof Sahara.
Senada, Ketua KPSP Saluyu, Antonius Aman, mengatakan, “Kami sangat bersyukur atas pendampingan dari tim IndoDairy 2 IPB University. Melalui intervensi ini, kami optimistis bahwa fokus intervensi pada peningkatan kualitas petugas susu, penyediaan fasilitas air minum otomatis (ad libitum), dan pelatihan kepada peternak bisa meningkatkan produksi susu KPSP Saluyu,” pungkas Pak Aman.
Untuk memastikan kelancaran program, tim IndoDairy 2 IPB University juga melakukan audiensi dan koordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkop UKM Perindag) serta Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan.

“Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada IPB University yang hadir di Kabupaten Kuningan. Kehadiran program IndoDairy 2 ini kami harapkan dapat menjadi booster dan penguat bagi KPSP Saluyu untuk mentransformasi tata kelola koperasinya.
Potensi ekonomi peternakan kita sangat besar, dan melalui pendampingan berkelanjutan ini, peternak kita dapat bangkit dan tumbuh lebih kuat ke depan,” ungkap Kepala Dinkop UKM Perindag Kabupaten Kuningan, H Toni Kusumanto, AP, MSi.
Menyambung dukungan tersebut, Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan, Dr H Asep Taufik Rohman, turut menyoroti tantangan teknis peternak sapi perah, khususnya dalam masa pemulihan pascawabah penyakit hewan. Ia menaruh harapan besar bahwa intervensi IPB University dapat meningkatkan pendapatan para peternak.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya program intervensi dari proyek IndoDairy 2 ini. Memang koperasi Saluyu saat ini sedang menghadapi tantangan berat akibat dampak badai PMK (penyakit mulut dan kuku) yang masih terasa. Namun, kami memotivasi rekan-rekan peternak bahwa kondisi saat ini mudah-mudahan ibarat anak panah yang sedang ditarik mundur, untuk kemudian bisa melesat melaju kencang ke depan. Kami berharap kehadiran IPB dapat memberikan manfaat nyata agar peternak kita kembali bangkit dan mampu berkompetisi secara positif,” tegasnya.

Intervensi di KPSP Saluyu diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun model layanan koperasi yang berorientasi pada kebutuhan peternak melalui pendekatan bottom-up.
Secara akademik, bukti dan pembelajaran yang dihasilkan dari intervensi ini juga diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan evidence-based policy dalam penguatan tata kelola koperasi dan pembangunan sektor persusuan nasional. (*/Rz)
