IPB University dan BPOM Terjunkan 200 Mahasiswa KKN Keamanan Pangan Siap Terjun di 20 Lokus Kabupaten Bogor
IPB University bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya keamanan pangan melalui kegiatan Kuliah Umum dan Pelepasan KKNT Keamanan Pangan.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Sabtu (4/7), menjadi bagian dari pembekalan sekitar 200 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Keamanan Pangan di Kabupaten Bogor.
Dalam kuliah umum tersebut, Kepala BPOM RI, Prof Taruna Ikrar mengatakan bahwa persoalan keamanan pangan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkannya, satu dari sepuluh orang mengalami gangguan kesehatan akibat pangan yang tidak aman.
Secara global, sekitar 420 ribu orang meninggal setiap tahun akibat keracunan makanan, sementara di Indonesia kerugian ekonomi akibat pangan yang tidak aman diperkirakan mencapai sekitar Rp226 triliun setiap tahun.
“Karena itu, ketahanan pangan harus berjalan beriringan dengan keamanan pangan. Pangan yang tersedia harus dipastikan aman, bermutu, dan layak dikonsumsi. Prinsip kami di BPOM sederhana, bukan pangan jika tidak aman,” tegasnya.
Ia menambahkan, sekitar 200 mahasiswa IPB University yang mengikuti KKN Tematik Keamanan Pangan diharapkan mampu menjadi agen edukasi bagi masyarakat sekaligus mendukung penguatan keamanan pangan di tingkat desa.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus, tetapi juga membantu masyarakat memahami pentingnya keamanan pangan. Pengalaman belajar di lapangan inilah yang akan menjadi bekal berharga bagi mereka,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Rektor, Dr Heti Mulyati mengatakan bahwa KKN merupakan implementasi komitmen IPB University untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi di tengah masyarakat.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk hidup bersama masyarakat, mendengar persoalan yang dihadapi petani, peternak, nelayan, maupun pelaku usaha, kemudian menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Menurutnya, tema KKN tahun ini “Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio-Resilience” sejalan dengan tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga ketidakpastian pangan. Oleh karena itu, pembangunan ketahanan sosial harus dimulai dari desa melalui kolaborasi berbagai pihak.
Dr Heti juga menyampaikan apresiasi kepada BPOM RI atas kepercayaan yang diberikan kepada IPB University dalam penyelenggaraan KKN Tematik Keamanan Pangan di 20 lokus Kabupaten Bogor.
“Kolaborasi ini merupakan wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha untuk memastikan keamanan pangan dari hulu hingga hilir. Kami berharap model kerja sama ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai daerah,” ungkapnya.
Ia berpesan agar mahasiswa menjalankan pengabdian dengan rendah hati dan mampu beradaptasi dengan masyarakat. “Datanglah bukan sebagai orang yang merasa paling tahu, tetapi sebagai saudara yang mau belajar dan bekerja sama. Jadilah mata dan telinga yang peka terhadap persoalan di masyarakat serta jagalah nama baik IPB University selama menjalankan KKN,” pesannya. (AS)
