IPB University Kerahkan 20 Tim Ekspedisi Patriot di Merauke, Awali Kolaborasi Optimalisasi Blue Economy
IPB University mengawali pelaksanaan Ekspedisi Patriot di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kedatangan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) disambut hangat Pemerintah Kabupaten Merauke.
Mewakili Bupati Merauke, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Benny, SPd, MPd, berharap program ini mampu melahirkan pembangunan kawasan ekonomi yang unggul melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kami menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot. Saya berharap peserta dapat membangun hubungan yang humanis dengan masyarakat adat. Program ini jangan hanya menjadi kegiatan jangka pendek, tetapi mampu melahirkan pembangunan kawasan ekonomi yang unggul melalui kolaborasi seluruh pihak,” ujarnya.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot sekaligus perwakilan Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Dr Roza Yusfiandayani menjelaskan, pada tahun 2026 IPB mengirimkan 25 tim, terdiri dari 20 tim di kawasan transmigrasi Salor, Merauke, serta lima tim yang terbagi di Aceh, Sumatera Barat, Batam, dan Bangka Belitung.
“Masing-masing tim terdiri dari seorang ketua dan lima orang alumni dari IPB University dan universitas mitra. Setiap tim dipimpin dosen bergelar guru besar dan doktor yang memiliki inovasi dan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan sosial ekonomi.
Dr Roza juga menyampaikan setiap tim yang bertugas memiliki fokus kajian yang berbeda, meliputi sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Sebanyak 20 tim akan bekerja sesuai bidang masing-masing untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung pembangunan kawasan ekonomi di Salor, Merauke,” tuturnya.
Kolaborasi Blue Economy
Salah satu implementasi Ekspedisi Patriot IPB University di Salor ialah kolaborasi bersama Universitas Musamus Merauke untuk program “Desain Optimalisasi Perikanan Tangkap Hulu–Hilir Berbasis Blue Economy” di Distrik Malind.
Program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi perikanan tangkap melalui pendekatan hulu hingga hilir, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, penguatan infrastruktur pendukung, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan inovasi berkelanjutan.
Menurut Dr Roza, Kawasan Transmigrasi Salor memiliki potensi perikanan yang besar, tetapi masih menghadapi tantangan pada penguatan rantai nilai, pengelolaan hasil tangkapan, akses pasar, dan pemanfaatan teknologi. Karena itu, pendekatan blue economy dipilih untuk mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi dengan Universitas Musamus menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi perikanan tangkap berbasis blue economy yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kawasan Transmigrasi Salor,” ujar Dr Roza.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Tim Ekspedisi Patriot diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan berkelanjutan guna memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Merauke. (*/Rz)
