ITK IPB University Gelar ISOSS 2026: Integrasikan AI, R, dan Videografi Untuk Monitoring Terumbu Karang
Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University menyelenggarakan International Summer Course on Marine Science and Technology (ISOSS) 2026 series ke-3.
Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan teknologi mutakhir untuk konservasi laut, dengan menghadirkan dua narasumber mahasiswa doktoral dari Wageningen University and Research (WUR), Belanda.
Ketua Departemen ITK IPB University, Dr Syamsul Bahri Agus dalam sambutannya menekankan pentingnya adopsi teknologi digital dan multimedia dalam menjawab tantangan degradasi ekosistem laut saat ini.
Sesi pertama yang bertajuk “Coding for Coral: ReefCloud (AI) and R for Reef Biodiversity and Monitoring” disampaikan oleh Stephanie Martinez. Dalam pemaparannya, Stephanie mengupas tuntas bagaimana kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui platform ReefCloud dapat mempercepat analisis foto bawah air untuk memantau kondisi terumbu karang secara real-time.
Tidak hanya bergantung pada AI, para peserta juga diajak menyelami pengolahan data menggunakan bahasa pemrograman R. Kombinasi ini memungkinkan peneliti menganalisis indeks keanekaragaman hayati dan tren pemulihan ekosistem terumbu karang secara jauh lebih cepat, akurat, dan komprehensif dibandingkan metode manual konvensional.
Melengkapi pendekatan kuantitatif, sesi kedua beralih ke ranah komunikasi visual sains dengan topik “Sea, Camera, Action! Master Marine Video Production” yang dibawakan oleh Agustin Capriati.
Agustin menekankan bahwa data ilmiah yang kuat perlu dikomunikasikan dengan menarik agar mampu mendorong kebijakan konservasi dan meningkatkan kesadaran publik. Melalui lokakarya ini, para peserta dibekali teknik produksi video maritim profesional, mulai dari penanganan kamera di lingkungan perairan, teknik pengambilan gambar bawah air (underwater videography), hingga seni menyusun narasi visual (storytelling) yang berbasis data ilmiah.
“Integrasi antara sains modern seperti AI dan analisis R, dengan kemampuan komunikasi visual melalui videografi, adalah kombinasi esensial bagi peneliti kelautan di era digital,” ucap Agustin kepada peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ITK multistrata.
Melalui penyelenggaraan ISOSS 2026, Departemen ITK IPB University menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat jejaring riset internasional serta mencetak akselerator konservasi laut yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. (*/Rz)
