Bersiap Tembus Pasar Eropa, OVOC Perkenalkan Prototipe Produk Siap Ekspor di Jenewa

Bersiap Tembus Pasar Eropa, OVOC Perkenalkan Prototipe Produk Siap Ekspor di Jenewa

bersiap-tembus-pasar-eropa-ovoc-perkenalkan-prototipe-produk-siap-ekspor-di-jenewa
Berita / Pengabdian Masyarakat

Program One Village One CEO (OVOC) terus menunjukkan komitmennya dalam membawa produk lokal ke panggung internasional. 

Dalam upaya memperluas jangkauan pasar global, OVOC secara resmi memperkenalkan prototipe produk-produk unggulan hasil binaan yang siap ekspor kepada Atase Perdagangan RI untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan organisasi perdagangan lainnya di Jenewa, Swiss, akhir Juni lalu.

Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Ghana Wivanius selaku Atase Perdagangan RI di Jenewa dan tim OVOC, yakni Dr Mohammad Iqbal Irfany dan Faizal Mutaqin.

Langkah ini dipandang sebagai momentum krusial untuk memetakan potensi produk lokal yang diperkenalkan seperti kopi, pinang, Healthy Chips, dan vanili agar mampu bersaing dan memenuhi standar regulasi perdagangan internasional yang ketat.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi dan kualitas yang ditunjukkan oleh produk-produk binaan OVOC IPB University. Potensinya sangat besar, dan kami di Jenewa siap mendukung memfasilitasi serta memberikan arah strategis agar produk-produk ini dapat diterima dengan baik di pasar Eropa dan global,” ujar Ghana saat pertemuan berlangsung.

Dalam pemaparannya, tim OVOC dan Atase Perdagangan membahas beberapa poin penting, seperti standardisasi produk dan strategi penetrasi pasar.

Standardisasi Produk
“Kami mendiskusikan berbagai aspek penting, mulai dari pemenuhan regulasi teknis, standar keamanan produk, hingga penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) yang kini menjadi salah satu persyaratan utama untuk memasuki pasar Eropa dan berbagai negara tujuan ekspor lainnya,” ujar Dr Iqbal.

Asisten Bidang Techno-sociopreneurship, Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University itu menilai, langkah tersebut penting agar produk-produk unggulan desa tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga mampu bersaing sesuai dengan standar global.

Strategi Penetrasi Pasar
Selain aspek standardisasi, pertemuan juga membahas strategi penetrasi pasar internasional. Melalui dukungan jaringan diplomasi perdagangan yang dimiliki Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa, produk-produk binaan OVOC diharapkan memperoleh akses yang lebih luas ke calon mitra dagang, importir, hingga berbagai forum promosi internasional. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk berbasis komunitas dan desa kepada pasar global sekaligus memperkuat daya saing UMKM Indonesia di tingkat internasional.

“Melalui sinergi antara OVOC dan PTRI Jenewa, kami berharap prototipe produk ini dapat segera melangkah ke tahap produksi massal untuk ekspor, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi sumber daya lokal yang berkelanjutan,” tandasnya. (*/Rz)