Nata de Coco Dibuat dengan Urea? Pakar IPB University Jelaskan Fakta Proses Pembuatannya

Nata de Coco Dibuat dengan Urea? Pakar IPB University Jelaskan Fakta Proses Pembuatannya

nata-de-coco-dibuat-dengan-urea-pakar-ipb-university-jelaskan-fakta-proses-pembuatannya.jpg
Ilustrasi: Magnific.com
Berita / Riset dan Kepakaran

Nata de coco merupakan salah satu produk fermentasi air kelapa yang populer sebagai pelengkap minuman dan hidangan penutup. Teksturnya yang kenyal, rasa manis, serta tampilannya yang putih bening menjadikan produk ini digemari berbagai kalangan.

Di balik kepopulerannya, muncul kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan urea dan amonium sulfat (ZA) dalam proses pembuatannya.

Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof Khaswar Syamsu menegaskan bahwa nata de coco yang beredar di pasaran aman dikonsumsi apabila diproduksi sesuai prosedur fermentasi yang benar.

Prof Khaswar menjelaskan, penggunaan urea maupun ZA dalam proses pembuatannya bukan sebagai bahan pangan yang dikonsumsi, melainkan sebagai nutrisi bagi bakteri selama proses fermentasi.

“Nata de coco merupakan selulosa mikrobial murni yang dihasilkan oleh aktivitas bakteri Acetobacter xylinum. Dalam proses tersebut, mikroorganisme memerlukan sumber karbon dan nitrogen untuk tumbuh sekaligus membentuk nata de coco,” ujar Prof Khaswar.

Jadi, baik urea maupun ZA berfungsi sebagai sumber nitrogen bagi bakteri selama proses fermentasi, bukan sebagai bahan yang dikonsumsi secara langsung oleh manusia.

Lebih lanjut, Prof Khaswar menegaskan bahwa setelah fermentasi selesai, sisa media dan substrat akan hilang melalui tahapan pencucian, perebusan, serta perendaman.

Dengan demikian, produk akhir yang dipasarkan merupakan selulosa mikrobial murni tanpa membawa media fermentasi yang digunakan selama proses produksi. (dr)