Belajar Langsung di Lapangan, 106 Pekebun Sawit Muara Enim Ikuti Pelatihan Berbasis Praktik
Sebanyak 106 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian bersama IPB Training (18–23/6).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 ini menghadirkan pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik langsung dan pengalaman lapangan.
Direktur IPB Training, Muhammad Sigit Susanto, MM, menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelatihan ini.
“Petani akan lebih mudah memahami materi ketika mereka melihat dan mempraktikkan langsung. Karena itu, pelatihan ini tidak hanya berisi ceramah di kelas, tetapi juga berbagai simulasi, praktikum, dan kunjungan lapangan yang mendekati kondisi nyata di perkebunan,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan praktikum. Pada sesi pembibitan, peserta mempraktikkan proses transplanting atau pemindahan bibit dari tahap pre-nursery ke main nursery. Mereka juga melakukan simulasi pengisian media tanam, pembuatan lubang tanam, serta memahami teknik penanganan bibit yang baik untuk menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pengalaman menggunakan berbagai alat yang umum digunakan dalam kegiatan budi daya kelapa sawit. Praktikum penggunaan pH meter dan kertas lakmus dilakukan untuk membantu peserta memahami kondisi tanah dan kebutuhan pengelolaannya. Sementara itu, praktik penggunaan knapsack sprayer memberikan pemahaman mengenai teknik aplikasi pestisida dan herbisida yang efektif dan efisien di lapangan.
Antusiasme peserta semakin terlihat saat mengikuti simulasi pengajiran atau penentuan titik tanam. Dengan menggunakan alat ukur sederhana, peserta belajar menentukan pola tanam yang tepat guna mendukung pertumbuhan tanaman dan optimalisasi produktivitas lahan.
Puncak kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui kunjungan lapangan ke Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Sembawa. Di lokasi tersebut, peserta berkesempatan melihat secara langsung penerapan praktik budi daya kelapa sawit yang telah terstandardisasi, mulai dari pembibitan hingga pengelolaan tanaman menghasilkan (TM).
Di area pembibitan, peserta mempelajari teknik penyiraman, pengendalian gulma, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta seleksi bibit unggul. Saat observasi di areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), peserta mempelajari berbagai teknik pemeliharaan tanaman muda agar dapat tumbuh optimal dan siap memasuki fase produksi. Sementara di areal TM, peserta mendapat pemahaman pengelolaan tanaman produktif, identifikasi tingkat kematangan buah, hingga praktik panen menggunakan peralatan yang sesuai standar.
Kunjungan lapangan turut didampingi oleh para pakar dan praktisi kelapa sawit yang memberikan penjelasan langsung di setiap titik pembelajaran. Interaksi tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggali solusi atas berbagai permasalahan yang mereka hadapi di kebun masing-masing.
Melalui kombinasi pembelajaran teori, praktikum, dan kunjungan lapangan, pelatihan ini diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan kepada pekebun sawit rakyat. Dengan meningkatnya keterampilan teknis petani, produktivitas kebun dapat terus ditingkatkan sehingga mendukung terwujudnya perkebunan kelapa sawit yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*/Rz)
