IPB University Perkuat Jejak Global di Kamboja: Kolaborasi Riset hingga KKNT Internasional

IPB University Perkuat Jejak Global di Kamboja: Kolaborasi Riset hingga KKNT Internasional

ipb-university-perkuat-jejak-global-di-kamboja-kolaborasi-riset-hingga-kknt-internasional.jpg
Berita / Pengabdian Masyarakat

IPB University memperluas jejaring internasional di Kamboja melalui rangkaian kunjungan strategis pada 28 April hingga 3 Mei 2026. Fokus tidak hanya pada kerja sama akademik, tetapi juga riset kolaboratif, penguatan hubungan bilateral, hingga persiapan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Internasional.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi regional. 

“Fokus utama kunjungan ini adalah pengembangan sektor pertanian antara Indonesia dan Kamboja. Kami berupaya membangun jembatan akademik dan riset yang akan berdampak langsung pada pembangunan di kedua negara,” ujarnya.

Di tingkat pemerintah, delegasi IPB University melakukan courtesy meeting dengan sejumlah pejabat tinggi Kamboja, di antaranya Dr Say Samal (Deputy Prime Minister and Minister of Land Management, Urban Planning and Construction/MLMUPC), Neak Oknha Datuk Dr Othsman Hassan (Senior Minister in Charge of Special Mission/Islamic Affairs), dan Chan Sovuth (Secretary of State, Ministry of Agriculture, Forestry, and Fisheries/MAFF). 

Courtesy Meeting dengan H.E. Dr. Say Samal (Deputy Prime Minister and Minister of Land Management, Urban Planning and Construction (MLMUPC)).

Pertemuan ini membahas kerja sama di bidang pertanian, kehutanan, perikanan, serta manajemen pertanahan. Dukungan juga datang dari Kedutaan Besar RI (KBRI)  Phnom Penh yang menilai kolaborasi ini strategis untuk memperkuat hubungan bilateral, khususnya dalam transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pada level akademik, IPB University mempererat kerja sama dengan Royal University of Agriculture (RUA). Bersama Rektor RUA, Prof NGO Bunthan, disepakati inisiasi program pertukaran mahasiswa dan staf. 

“Kolaborasi ini adalah langkah nyata dalam membangun ekosistem akademik internasional di Asia Tenggara. Kami ingin memastikan adanya sirkulasi ilmu pengetahuan yang berkelanjutan melalui pertukaran talenta,” ujar Prof Ernan.

Courtesy Meeting dengan Rector of Royal University of Agriculture (RUA), Prof. Dr. NGO Bunthan, dan Dekan Land Management and Land Administration Faculty, RUA, Dr. HOR Sanara

Selain itu, kerja sama riset juga dikembangkan bersama Land Management and Land Administration Faculty RUA. Fokusnya pada isu agraria dan tata ruang, yang menjadi tantangan bersama Indonesia dan Kamboja di tengah laju industrialisasi. Dekan fakultas tersebut, Dr HOR Sanara, menyambut baik kolaborasi ini dan berharap kepakaran IPB University dapat memberikan perspektif baru bagi kebijakan pertanahan di Kamboja.

Tidak berhenti di ruang diskusi, IPB University juga menyiapkan implementasi nyata melalui program KKNT Internasional. Di Provinsi Kampong Cham dan Siem Reap, delegasi IPB University meninjau langsung lokasi dan berdiskusi dengan mitra lokal seperti Kampong Cham National Institute of Agriculture (KNIA) dan Hong Eco Farm.

“Fasilitas laboratorium yang memadai di KNIA menjadi modal penting bagi kolaborasi riset mahasiswa kami nantinya. Kami ingin mahasiswa KKNT tidak hanya belajar sosial budaya, tetapi juga memberikan solusi teknis berbasis sains di lapangan,” ujar Bonjok Istiaji, salah satu delegasi IPB University.

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan di kawasan ASEAN. (*/Rz)

Kunjungan ke desa calon lokasi KKNT di Hong Eco Farm, Distrik Samraong, Siem Reap, Kamboja