IPB University Ajak Ibu-Ibu KWT Geulis Mengolah Talas Menjadi Stik Talas Beku

IPB University Ajak Ibu-Ibu KWT Geulis Mengolah Talas Menjadi Stik Talas Beku

ipb-university-ajak-ibu-ibu-kwt-geulis-mengolah-talas-menjadi-stik-talas-beku.jpg
Berita / Pengabdian Masyarakat

IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) mengajak ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Geulis Kelurahan Situgede, Kota Bogor untuk mengolah talas menjadi produk stik talas. 

Melalui pelatihan yang menghadirkan Antin Suswantinah, dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, program ini bertujuan mendorong pemanfaatan komoditas lokal talas menjadi produk olahan bernilai tambah, salah satunya stik talas yang memiliki potensi pasar cukup luas. 

Pelatihan dilaksanakan secara aplikatif melalui praktik langsung agar peserta mampu memahami sekaligus mempraktikkan proses pengolahan talas secara mandiri.

Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai potensi usaha olahan talas, keterampilan teknis pengolahan produk, serta pemahaman tentang inovasi usaha berbasis komoditas lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta mampu mengembangkan olahan talas menjadi produk bernilai tambah yang dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Antin Suswantinah. 

Materi pelatihan mencakup pengenalan karakteristik talas sebagai bahan baku, teknik pengolahan talas menjadi produk frozen, stik talas, hingga getuk talas. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai standar kebersihan, pengemasan, dan pemasaran produk agar memiliki daya saing. 

Pada praktik pembuatan stik talas, peserta diperkenalkan pada tiga metode pengolahan, yaitu digoreng sebelum dibekukan, dikukus sebelum dibekukan, dan dibekukan langsung setelah talas dipotong. 

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu mengembangkan produk olahan talas yang bernilai tambah dan berdaya saing, sehingga dapat membuka peluang usaha baru serta meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal. (*/Rz)