IPB University dan Kemdiktisaintek Gelar Seleksi Bersama PRIME STeP 2026 untuk Pengembangan Inovasi dan Startup
Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University sukses menyelenggarakan Seleksi Presentasi dan Wawancara Proposal Pengembangan Inovasi dan Inkubasi Startup Program PRIME STeP IPB 2026 bersama tim Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan berlangsung pada 7–9 Mei 2026 di Gedung Startup Center STP IPB, Kampus Taman Kencana, Kota Bogor.
Program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) merupakan upaya penguatan ekosistem inovasi dan inkubasi startup berbasis riset di perguruan tinggi. Melalui program ini, inovator yang lolos seleksi akan memperoleh dana pengembangan inovasi produk sebesar Rp300 juta hingga Rp900 juta. Sementara itu, startup terpilih akan mendapatkan dukungan pengembangan usaha sebesar Rp200 juta hingga Rp500 juta sesuai tingkat perkembangan usahanya.
Kepala LPA2I IPB University, Dr Handian Purwawangsa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa IPB University tengah membangun ekosistem riset dan inovasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Startup memiliki peran penting dalam membangun konektivitas bisnis antarpelaku usaha rintisan sehingga tercipta kolaborasi yang lebih kuat dalam ekosistem inovasi. Inovasi juga akan difokuskan untuk menghasilkan produk yang siap ditangkap industri maupun startup untuk dikomersialkan,” ujarnya.
Ketua Tim Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Laela Sifa, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa seleksi bersama di IPB University merupakan rangkaian akhir setelah sebelumnya dilaksanakan di beberapa perguruan tinggi. “Seleksi bersama kali ini diikuti oleh 75 startup dan 51 inovasi dari berbagai bidang,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Inkubator Bisnis LPA2I IPB University, Deva Primardia Almada, menjelaskan teknis pelaksanaan seleksi yang berlangsung selama tiga hari. Setiap tim memperoleh waktu 15 menit untuk mempresentasikan pitch deck di hadapan reviewer dari Project Management Unit (PMU) dan Project Implementation Unit (PIU), dilanjutkan sesi tanya jawab dan diskusi selama 30 menit.
“Terdapat enam ruang seleksi, masing-masing diisi dua reviewer dari PMU dan PIU. Seluruh hasil penilaian kemudian diplenokan untuk menentukan peserta yang lolos,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, IPB University berharap dapat melahirkan lebih banyak inovasi dan startup berbasis riset yang mampu berkembang, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi industri dan masyarakat. (*/Rz)
