Dukung FOLU Net Sink 2030, IPB University Libatkan 1.188 Petani Tanam Puluhan Ribu Pohon di Sukabumi

Dukung FOLU Net Sink 2030, IPB University Libatkan 1.188 Petani Tanam Puluhan Ribu Pohon di Sukabumi

dukung-folu-net-sink-2030-ipb-university-libatkan-1-188-petani-tanam-puluhan-ribu-pohon-di-sukabumi.jpg
Berita

Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University melalui Implementing Partner FOLU Net Sink melaksanakan kegiatan penanaman sebanyak 35.899 pohon di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung target FOLU Net Sink 2030 di sektor kehutanan sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan 1.188 petani dari empat desa, yaitu Desa Kabandungan, Desa Cipeuteuy, Desa Cihamerang, dan Desa Mekarjaya, dengan total luasan lahan mencapai 269,97 hektare.

Bibit yang ditanam terdiri dari 33.899 tanaman multi purpose tree species (MPTS) dan 2.000 tanaman kehutanan yang telah melalui proses verifikasi kesesuaian lahan dan kondisi lingkungan setempat. 

Jenis MPTS yang dipilih merupakan tanaman bernilai ekonomis seperti durian, alpukat, pala, manggis, petai, serta beberapa komoditas lain. Adapun tanaman kehutanan yang ditanam meliputi rasamala, manglid, dan ganitri.

Kegiatan ini didukung oleh hibah Research Based Contribution (RBC) hasil kerja sama Indonesia dan Norwegia, serta dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional. 

Selain berfokus pada penanaman, program ini juga merupakan bagian dari penguatan pengelolaan area preservasi indikatif untuk konservasi keanekaragaman hayati dan kontribusi terhadap Nationally Determined Contribution (NDC).

Seluruh rangkaian dilakukan secara bertahap dan partisipatif, mulai dari sosialisasi, pelatihan teknis seperti geotagging, pembuatan pupuk organik dan pestisida ramah lingkungan, hingga distribusi dan aklimatisasi bibit.

Koordinator kegiatan, Dr Rinekso Soekmadi menjelaskan bahwa program ini menggunakan pendekatan lanskap yang mengintegrasikan aspek konservasi, peningkatan serapan karbon, dan kesejahteraan masyarakat. 

“Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara fungsi ekologis dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan,” tuturnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, SHut, yang memberikan arahan sekaligus menyerahkan bibit secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani. Ia menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan serta mendorong agar model kegiatan serupa dapat diperluas ke desa penyangga lainnya.

Dr Heti Mulyati, Wakil Rektor IPB University Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur juga menegaskan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan program serupa di wilayah yang lebih luas melalui kolaborasi lintas sektor.

Selain seremoni penanaman, kegiatan ini juga diisi dengan dialog antara pemerintah, akademisi, dan kelompok tani. Diskusi tersebut membahas berbagai tantangan di lapangan, seperti pemasaran hasil pertanian, keberlanjutan pengelolaan lahan, serta penguatan kelembagaan petani.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang dapat direplikasi sebagai model pengelolaan lanskap berbasis masyarakat di kawasan penyangga, dengan mengedepankan sinergi antara konservasi lingkungan dan peningkatan ekonomi lokal. (*/Rz)