Apresiasi Program Udara Bersih dan Pengendalian Karhutla di Sumatera, Fahutan IPB University Beri Penghargaan

Apresiasi Program Udara Bersih dan Pengendalian Karhutla di Sumatera, Fahutan IPB University Beri Penghargaan

Apresiasi Program Udara Bersih dan Pengendalian Karhutla di Sumatera, Fahutan IPB University Beri Penghargaan
Berita

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University kembali memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berhasil melakukan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta turut menciptakan udara bersih sehingga membuat lingkungan yang lebih baik.

Apresiasi diberikan langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fahutan IPB University, Prof Noor Farikhah Haneda dan Direktur Regional Forest Fire Management Resource Center-Southeast Asia (RFMRC-SEA), Prof Bambang Hero Saharjo di Hotel Premiere, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau (15/3).

Secara keseluruhan, terdapat tiga orang penerima penghargaan tingkat nasional, enam orang tingkat provinsi dan 20 orang tingkat kabupaten. Penghargaan udara bersih untuk tingkat Provinsi Sumatera secara simbolis diberikan kepada Sutoyo dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Madrizal, SSos (Dinas Kehutanan Sumatera Barat), Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Dhamasraya (Dinas Kehutanan Sumatera Barat), dan Gunawan (Manggala Agni Daops Sumatera IV/ Pekanbaru).

Untuk penghargaan tingkat kabupaten secara simbolis diberikan kepada Syahrizon Gusriyal (Manggala Agni Daops Sumatera VI/ Siak), Mistarudin (Manggala Agni Daops Sumatera VI/ Siak), Taslim (Manggala Agni Daops Sumatera VI/ Siak) dan Saiman (Manggala Agni Daops Sumatera VI/ Siak). Pemberian penghargaan tingkat nasional akan diberikan di Bogor pada tanggal 27 Maret 2024.

Selain memberikan apresiasi kepada sejumlah pihak, Fahutan IPB University dan FIELD Indonesia juga turut melakukan pengendalian karhutla melalui beragam aksi. Seperti memonitoring titik panas (hotspot) dan kejadian karhutla setiap hari di Sumatera dan Kalimantan. Hasil pemantauan lalu diinput ke laman RFMRC-SEA. Hasil pantauan kemudian juga disampaikan melalui paparan dan diskusi serta turun ke lapangan.

Kerja sama turut diimplementasikan dengan memfasilitasi kegiatan pelatihan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang dikoordinasikan langsung oleh FIELD Indonesia pada wilayah yang sering/pernah terjadi karhutla.

Ketua tim pelaksana kegiatan sekaligus tim seleksi, Prof Bambang Hero Saharjo mengutarakan kriteria dan indikator penerima penghargaan yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Kriteria tersebut antara lain sehat jasmani dan rohani, berdedikasi tinggi dan bekerja dengan sepenuh hati.

Selain itu, wilayah kerjanya selama paling tidak dua tahun (2022-2023) tidak terbakar, dibuktikan dengan hasil pantauan satelit dan fakta di lapangan. “Kalaupun wilayahnya terbakar pada 2022, namun tahun 2023 berhasil dikurangi jumlah kebakaran yang terjadi atas upaya yang maksimal,” jelas Guru Besar Fahutan IPB University yang merupakan pakar kebakaran hutan ini.

Para penerima award juga dinilai atas keaktifannya melaksanakan pelatihan dan sosialisasi kegiatan PLTB, sehingga wilayah kerjanya dapat dijadikan sebagai tempat rujukan dalam upaya pengendalian karhutla. Di samping itu, proses seleksi yang ketat di dukung oleh Senior Behavioural Scientist, Influence at Work (UK) Limited.

Acara penerimaan award juga dihadiri oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi dan Sumber Daya Alam-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Koordinator Daops Manggala Agni Provinsi Riau, Koordinator Pusat Studi Bencana Universitas Riau, Kadaops Siak, BBKSDA Provinsi Sumatera Barat, serta tim seleksi award. (*/Rz)