Sekolah Pascasarjana IPB University Adakan Workshop Penyelenggaraan Program RPL

Sekolah Pascasarjana IPB University Adakan Workshop Penyelenggaraan Program RPL

Sekolah Pascasarjana IPB University Adakan Workshop Penyelenggaraan Program RPL
Berita

Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB University mengadakan workshop penyelenggaraan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), 15/3.

Wakil Rektor IPB University Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana menyampaikan bahwa saat ini jumlah mahasiswa IPB University sekitar 36.000 mahasiswa dan sekitar 6.000 diantaranya adalah mahasiswa pascasarjana. Ia menerangkan, untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru sekolah pascasarjana, perlu melakukan promosi yang lebih baik lagi dan sebisa mungkin untuk meningkatkan student body di IPB University.

“Saat ini hampir 50 persen lebih publikasi di IPB University ditopang oleh mahasiswa SPs IPB University, sehingga harus terus dipikirkan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru,” ujarnya.

Prof Deni Noviana menjelaskan untuk meningkatkan student body, hal yang harus dilakukan selain meningkatkan promosi adalah memperbaiki sistem pembelajaran, salah satunya yaitu program RPL. Tentunya perlu disiapkan aturan-aturan admisinya dan jalur-jalur yang akan dilakukan untuk program RPL ini.

“Untuk program RPL ini sangat bagus sekali bagaimana para praktisi-praktisi yang sudah berpengalaman dapat melanjutkan studinya, hal ini tentu akan memberi peluang untuk meningkatkan jumlah mahasiswa di SPs IPB University,” jelasnya.

Sementara, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University, Prof Dodik Ridho Nurrochmat menyampaikan bahwa SPs IPB University sedang melakukan pembenahan untuk Standar Operating Procedure (SOP). “Saat ini semangat kita adalah proses belajar mengajar dapat diberikan fleksibilitas. Akan tetapi, learning outcomes (LO) kita harus tetap menjaga kualitas mahasiswa, salah satunya kewajiban publikasi untuk syarat kelulusan,” ujarnya.

Prof Dodik menambahkan, dengan adanya program RPL ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pengakuan kompetensi dari bidang pekerjaan atau proyek yang sudah pernah dilakukan. Dengan demikian, dapat diajukan atau disetarakan dengan mata kuliah di program studi terkait. Hal ini merupakan salah satu usaha SPs IPB University untuk meningkatkan jumlah praktisi yang dapat melanjutkan studi di SPs IPB University. Tidak hanya itu, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendekatkan dunia akademik dengan dunia industri dan praktisi.

“Dengan upaya yang bisa kita lakukan ini, mudah-mudahan dapat mempermudah mahasiswa untuk lulus tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas lulusan di SPs IPB University,” tambahnya.

Kegiatan workshop ini menghadirkan pembicara Prof Agus Buono, Prof Muhammad Romli Ketua Prodi Program Profesi Insinyur, Prof Hadi Susilo Arifin Ketua Prodi Magister Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, serta Dr Utami Dyah Syafitri Direktur Direktorat Administrasi Pendidikan IPB University.

Hadir dalam kegiatan ini Prof Titi Candra Sunarti Wakil Dekan bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan SPs, Ketua Departemen dan perwakilan Ketua Program Studi (Prodi) yang ada di Sekolah dan Fakultas. (HBL)