Bertemu di IPB University, Para Pakar Diskusi Kolaborasi Transdisiplin untuk Pengembangan Perikanan Tangkap
Dosen IPB University
Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB dan Forum Komunikasi Kemitraan Perikanan Tangkap (FK2PT) menggelar Seminar Nasional Perikanan Tangkap ke-8 dengan mengusung tema “Arah Pembangunan Perikanan Tangkap Masa Depan: Pendekatan Transdisiplin untuk Pengembangan Perikanan Tangkap Berkelanjutan” di IPB International Convention Center, Bogor 17/10.
Tema ini merupakan tanggapan terhadap perkembangan terkini perikanan tangkap nasional dan regional yang memerlukan perhatian dari berbagai kalangan, baik kalangan akademisi, bisnis maupun pemerintahan dan kelompok masyarakat.
Rektor IPB University, Dr. Ir. Arif Satria menandaskan pentingnya transdisiplin riset dan kolaborasi. “IPB telah memiliki konsep ke depan untuk Agromaritim, semua harus berbasis teknologi yang melibatkan keilmuan yang berbeda-beda. Konsep baru IPB adalah Agromaritim 4.0. Dalam konsep ini laut dan darat menjadi satu kesatuan. Untuk itu penting adanya eco region dan tata ruang hulu hingga hilir, “ jelas Rektor. Lebih lanjut Rektor mengatakan, konsep ini tidak bisa dilakukan dengan monodisiplin, namun harus transdisiplin.
Penting diketahui bahwa perikanan tangkap berperan penting dalam perekonomian dunia, utamanya sebagai sumber pangan protein, mata pencaharian masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, dan juga sebagai bukti kedaulatan di kawasan perairan. Peran perikanan tangkap yang tidak tergantikan oleh kegiatan lain ini, memerlukan pendekatan komprehensif dan transdisiplin dalam rangka mewujudkan pemanfaatan sumberdaya yang berkelanjutan.
Dr Ir M Fedi A Sondita, MSc, Ketua Panitia Penyelenggara juga menandaskan bahwa urgensi transdisiplin dalam pengembangan perikanan tangkap berkelanjutan didasarkan pada kekhawatiran status sumberdaya ikan yang kian menurun akibat eksploitasi berlebihan yang disebabkan oleh lemahnya kebijakan dari pengambil keputusan dan sikap para pelaku bisnis di berbagai negara maju dan berkembang.
“Langkah-langkah yang harus dilakukan seperti antara lain penerapan penggunaan teknologi maju yang pantas diterapkan,kesadaran dan wawasan penangkap ikan dan konsumer terhadap permasalahan lingkungan, perbaikan kapasitas nelayan untuk beradaptasi terhadap permasalah baru yang muncul, sinergi antar sektor ekonomi dan pendekatan baru dalam mengembangkan kebijakan perikanan dan kelautan dan tata kelola serta upaya bersama dari berbagai stakeholders (bukan hanya satu kementerian) diperlukan untuk memperjuangkan terwujudnya perikanan yang berkelanjutan, “ urai Dr. Fedi.
Acara ini menghadirkan pembicara yang mewakili lembaga dan bidang ilmunya, yaitu: Dr. Arif Satria SP,MSi (Rektor IPB), Dr. Arifin Rudiyanto M.Sc (Bappenas), Ir. Abdul Kadir Damanik, MM (Kementerian Koperasi dan UKM), Machmud, SP, M.Sc (Ditjen Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP), Dr. Victor Nikijuluw (Conservation Internasional-Indonesia), Prof Indrajaya (IPB), Prof Agus Heri (KKP), Dr. Dedi Adhuri (LIPI), dan Dr. Budy Wiryawan (IPB).
Kegiatan ini juga dirangkai dengan the First Capture Fisheries International Symposium yang akan dilaksanakan pada 18 Oktober 2019 dengan mengusung tema “Transdisciplinary Approaches Promoting Sustainable Marine Fisheries” yang menghadirkan narasumber dari berbagai negara diantaranya Prof Neil Loneragan (Murdoch University Australia), Craig Proctor (CSIRO,Australia), Lida Pie Soede (Hatfield, Indonesia), Alexander Douglas (Center for Humanitarian Dialogue, Switzerland), Dr Budy Wiryawan (IPB University), dan Dr. Darmawan (IPB University). (dh/sn)
Kata Kunci: perikanan tangkap, agromaritim 4.0, rektor IPB University, dosen IPB
