IPB University Tandatangani MoU dengan India dan Vietnam
Rektor IPB University, Dr. Arif Satria menandatangani kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam skema Enhancing Marine Biodiversity Research in Indonesia (EMBRIO). Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan di hari kedua pelaksanaan The 4 th EMBRIO International Symposium (EIS) & The 7th International Symposium of East Asia Fisheries and Technologists Association (EAFTA) di Fave Hotel, Bogor, Selasa (6/8). MoU ditandatangani oleh Rektor IPB University, Dr. Arif Satria, Rajesh Marotirao Dhere, Swa Sawarkar College India dan Dr. Khong Trung Thang, Ambassador dari Nha Trang University, Vietnam serta disaksikan oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Dr. Luky Adrianto.
Dr. Arif Satria dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kerjasama untuk menghadapi tantangan teknologi yang demikian pesat yang penuh volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity. Rektor IPB University mencontohkan Singapura dalam melihat ketidakpastian bidang ekonomi, dengan adanya perubahan jalur perdagangan dunia. Singapura lebih memilih peningkatan sumberdaya manusianya dengan merespon perubahan kurikulum baru dibanding memperbaiki infrastruktur. “Demikian juga bidang perikanan yang kini dihadapkan dengan adanya perubahan iklim. Sehingga kita perlu kerjasama yang kuat dan fleksibel dalam merespon isu-isu ketidakpastian tersebut. EMBRIO telah mengundang banyak peserta dari negara ASEAN yang membahas terkait aquaculture, instrumen robotic, maritim industri 4.0, perikanan industri 4.0, ekosistem terumbu karang dan teknologi baru lainnya,” kata Dr. Arif.
Lebih lanjut Rektor IPB University menyampaikan terkait hasil studi terbaru dalam merespon era Revolusi Industri 4.0 yang menggambarkan bahwa masing-masing negara memiliki peta skill apa yang dibutuhkan untuk sumberdaya manusianya. “Seperti Australia, India, Singapura menempatkan critical thinking sebagai sesuatu yang sangat penting. Jepang menempatkan collaboration sebagai skill penting, begitu juga communication. Tapi semua negara selalu mensyarakatkan adaptability, kemampuan untuk beradaptasi.”
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Dr. Luky Adrianto menyampaikan MoU ini merupakan bagian dari upaya EMBRIO dalam meningkatkan kerjasama regional. EMBRIO sudah menjadi salah satu blok riset sesuai riset unggulan nasional tahun 2020- 2024. Sehingga dibutuhkan kerjasama regional. “Jika soal laut butuh kerjasama regional, kolaborasi minimal antar negara Asean dan Asia Timur.Hal ini dilakukan dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan keberlanjutannya terutama dalam bidang kenakeragaman hayati laut.”
IPB memerlukan sebuah kolaborasi yang lebih luas. Sejak EMBRIO Symposium tahun 2013 hingga tahun 2019 ini sudah ada enam perguruan tinggi luar negeri yang sudah berkerjasama dengan IPB University. Mereka diantaranya James Cook University, National University of Singapore, National Institute of Technology Wakayama College, Memorial University of Newfoundland, Swa Sawarkar College India dan Nha Trang University Vietnam.
EMBRIO diharapkan dapat menjadi vehicle dalam upaya membangun jaringan kerja sama antara international scientist dan lembaga penelitian yang ingin membangun kolaborasi penelitian di Indonesia.
Rajesh Marotirao Dhere, Swa Sawarkar College India mengungkapkan rasa senangnya bisa melakukan kerjasama dengan IPB University. “Saya berharap mahasiswa kami bisa melakukan kerjasama dalam skala global. Termotivasi untuk mengerjakan riset bersama, melakukan pertukaran antar mahasiswa dan mereka dapat berbagi ilmu,” ungkap Rajesh. Sementara Dr. Khong Trung Thang mengucapkan terima kasih atas diundangnya Nha Trang University dalam upaya menghadapi tantangan masa depan terutama terkait aquaculture dan perikanan dan kelautan. “Nha Trang University dan IPB University memiliki persamaan. Ini merupakan acara penting. Kami banyak bertemu para peneliti dunia dalam upaya untuk memecahkan persoalan masa depan,” ucapnya. (dh/ris)
