IPB University Susun System Tracer dan User Study, Agar Lebih Efektif dan Efisien
Perguruan tinggi di Indonesia mendapat mandat dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) untuk melakukan tracer study. Data tracer dan user study bermanfaat untuk berbagai kepentingan khususnya untuk akreditasi.
Direktorat Kerjasama dan Hubungan Alumni (DKHA) IPB University menggelar Workshop Tracer dan User Study, Kamis (18/7), di Kampus IPB University Taman Kencana. Hal ini dilakukan untuk menyempurnakan data tracer dan user study yang sudah ada, sehingga ada kesamaan data yang akan dihimpun dari lulusan.
Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi IPB University, Prof. Dodik R. Nurrochmat menyampaikan penyusunan data tracer dan user study di IPB sudah dilakukan cukup lama. “Namun masih terdapat kelemahan mendasar dimana data yang didapat dari masing-masing unit pembuat data tracer banyak yang berbeda. Hal ini tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lainnya. Selain itu, tidak sesuai dengan kebutuhan akreditasi. Melalui workshop ini saya berharap akan tercipta template tunggal sehingga departemen dan fakultas menambahkan data sesuai dengan kebutuhan. Dengan workshop ini akan dicari formula yang terbaik,” ucap Prof. Dodik.
Data tracer dan user study juga seringkali dibutuhkan perusahaan internasional yang membutuhkan profesional muda untuk bekerja di perusahaan mereka. “Namun terkait hal ini menjadi dilema, dan mengakibatkan orang-orang terbaik bekerja di luar negeri. Tentu hal tersebut juga perlu dibatasi. Dalam melakukan tracer and user study bisa juga melakukannya saat kegiatan melibatkan alumni. Strategi dan timing semacam ini sangat penting untuk meningkatkan performa lulusan kita menjadi lebih baik. Ini penting sebagai bagian dari academic reputation, sehingga pengguna jika ingin data reputasi lulusan, kita bisa berikan karena sudah ada. Jika hasil kurang bagus sampel bisa ditambah,” ucap Prof. Dodik.
Dalam kegiatan ini IPB University menghadirkan narasumber Kepala Divisi Tracer Study Universitas Indonesia (UI), Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc, PhD. Ia menyampaikan, “Tracer study berkembang makin kompleks. Level global mengalami kemajuan yang luar biasa. Alumni semakin merata di semua perguruan tinggi. Beberapa dimensi kualitas dari tracer study yaitu metodologi mengenai pengukurannya dan representasinya, standarnya harus jelas serta tepat. Selain itu relevansi hasilnya digunakan atau tidak. Juga tujuan harus jelas, database lulusan, lengkap dan update. Informasi lengkap lebih bagus. Kuesioner perlu diuji coba. Harus didokumentasikan,” papar Ahmad.
Direktur KHA IPB University, Dr. Heti Mulyati menyampaikan workshop ini ingin mendiskusikan konten tracer dan user study. “Selain itu kita sedang membuat sistemnya supaya terintegrasi. Harapannya jadi umpan balik bagi perbaikan IPB ke depan,” kata Dr. Heti.
Kepala Sub Direktorat Hubungan Alumni, Adelyna, S.TP, M.M. menyampaikan tracer dan user study ini merupakan salah satu indikator penilaian kemahasiswaan untuk pemeringkatan perguruan tinggi. “Semakin bagus performance tracer study-nya, harapannya makin bagus peringkat institusi kita,” jelas Adelyna.
Hadir juga menjadi narasumber Direktur Sistem Informasi dan Transformasi Digital, IPB University, Ir. Julio Adisantoso, M.Kom membahas pengembangan sistem Informasi Alumni IPB University. (dh/ris)
