Dekan Sekolah Vokasi IPB Ajak Mahasiswa untuk Tangkas Menangkis Hoax

Dekan Sekolah Vokasi IPB Ajak Mahasiswa untuk Tangkas Menangkis Hoax

dekan-sekolah-vokasi-ipb-ajak-mahasiswa-untuk-tangkas-menangkis-hoax-news
Berita

Pertamina dan VIVA serta Program Studi Komunikasi Sekolah Vokasi (SV) Insitut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama menggelar acara bertemakan ‘Millenials Tangkis Hoax Bersama Pertamina di Kampus IPB, Baranangsiang, Bogor (4/4). 

Acara ini meliputi Talkshow, Workshop Digital-Forensic Hoax, VIVA Top 3 Host Challenge, dan Job Fair. Hadir beberapa narasumber antara lain Media Communication Manager Pertamina, Arya Dwi Paramita; Kepala Bagian Diseminasi Biro Multimedia Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Kombes Heru Yulianto; serta Dekan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Arief Darjanto. 

Menurut Dr. Arief Darjanto, berita bohong atau hoax adalah energi negatif bagi bangsa ini yang harus ditangkis bersama-sama. 

“Anak muda khususnya mahasiswa harus tangkas untuk menangkis (hoax). Apalagi jelang Pemilu 2019 ini banyak hoax yang beredar di tengah masyarakat,” papar Dr. Arief di hadapan 234 mahasiswa Program Studi Komunikasi Sekolah Vokasi IPB. 

Dr. Arief mengajak para mahasiswa untuk membangun gerakan yang disebut Mahasiswa Anti Hoax untuk Indonesia Raya atau disingkat ‘MAHIR’ sebagai upaya konkrit dari Sekolah Vokasi IPB untuk menangkis Hoax.

Menurutnya peribahasa “mulutmu harimaumu” saat ini sudah tidak relevan, karena saat ini telah berubah menjadi “jemarimu harimaumu”. Karena saat ini mudah kita jumpai siapapun dapat menyebar berita yang tidak benar melalui media sosial. Dalam paparannya, Dr. Arief menunjukkan beberapa bentuk hoax yang paling banyak ditemukan berupa tulisan, gambar, kemudian video.

“Hoax paling banyak tersebar di media sosial dengan isu politik menjadi jenis hoax paling tinggi. Anak muda emosinya belum stabil, mudah terpancing. Apa-apa langsung bergerak, dan ini menjadi sasaran empuk bagi pihak yang memiliki kepentingan. Jadi, saran saya kita harus mulai menerapkan prinsip thinking before posting serta saring sebelum sharing agar hoax bisa kita tangkis secara tangkas,” ujarnya.

Dalam acara ini hadir pula Pimpinan Redaksi VIVA, Maryadi yang mengapresiasi banyaknya mahasiswa yang antusias berpartisipasi dalam acara ini. Ia menilai ini adalah bukti bahwa mahasiswa masih memiliki kepedulian untuk melawan hoax.

Acara diakhiri dengan Deklarasi Anti Hoax VIVA Bersama para mahasiswa Program Studi Komunikasi Sekolah Vokasi IPB. (wb/Zul)