IPB Terus Perkuat Jaringan Dengan Media

IPB Terus Perkuat Jaringan Dengan Media

ipb-terus-perkuat-jaringan-dengan-media-news
Berita

Kunjungan Bagian Humas, Biro Komunikasi Institut Pertanian Bogor (IPB) ke CNN Indonesia (25/10) berbuah manis. Media visit yang dipimpin oleh Kepala Biro Komunikasi IPB, Ir. Yatri Indah Kusumastuti, M.Si ini diterima langsung oleh Manager Social Media CNN Indonesia, Jangkung Trisanto yang juga alumni Fakultas Pertanian IPB dan Frederick J Jebada alumni Fakultas Matematika dan IPA. Dalam pertemuan itu, Jangkung dan Fred mengaku siap mengumpulkan alumni-alumni IPB yang berkiprah di dunia jurnalistik untuk ikut menggaungkan isu-isu pertanian.

“Ada beberapa alumni IPB yang berkarya di CNN Indonesia. Menurut pimpinan CNN, lulusan IPB itu lebih tekun dan tidak pernah itung-itungan jika berkaitan dengan pekerjaan", tutur Jangkung. Alumni IPB yang di CNN, jadi andalan dan terpercaya. Yah nggak malu-maluin kampus lah,” timpal Fred.

Dalam pertemuan ini, Jangkung dan Fred menyanggupi untuk menghimpun alumni-alumni IPB yang tersebar di berbagai media nasional untuk bersama menggaungkan isu-isu pertanian dalam arti luas.

“Saya siap bantu. Ada alumni kita yang di amazon, ada juga alumni dari Departemen Ilmu Komputer yang kerja di Qatar. Kita siap berkumpul untuk berkontribusi membangun almamater menjadi lebih baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Yatri mengungkapkan bahwa media visit ini dilakukan untuk meningkatkan kerjasama dalam publikasi riset dan inovasi-inovasi pertanian, menjalin komunikasi yang efektif dengan media-media nasional, termasuk mendiskusikan strategi dalam mempengaruhi kelompok milenial agar cinta pertanian.

“Kedatangan kami, tim humas ini selain campaign bahwa pertanian itu penting dan menarik untuk digeluti, kami punya misi bagaimana mahasiswa bisa menghasilkan penelitian yang menarik bagi generasi milenial. Misal membuat aplikasi android yang bisa mengukur kebutuhan pupuk melalui foto sebuah daun atau aplikasi smartphone untuk mengukur kadar kemanisan buah,” ujar Yatri.

Menurut Jangkung, media televisi itu industri yang mahal dan padat modal. Namun marginnya hampir sama dengan industri yang lain.

“Ketika CNN masuk ke Indonesia, kita lihat era sekarang kita sudah tidak bisa lagi klaim layar kita paling efektif menjangkau masyarakat. Sekarang masyarakat sudah terfragmentasi. Orang sudah lihat berita tidak dari televisi berita tetapi dari media sosial. Kita sudah tidak lagi meng”treat” ke arah layar utama sebagai satu-satunya etalase, tapi etalase media sosial-lah yang digarap serius,” tuturnya.

Media-media di Amerika arah perubahannya sudah ke sana dan mereka sudah mulai mengubah packagingnya. Nah kita (CNN Indonesia) mengarah ke sana di saat media lain masih dengan model bisnis yang lama.

“Ya itu hanya soal waktu, semua itu sudah tidak ideal lagi. Digital sudah punya fragmen sendiri, medsos sudah punya sendiri. Karena itu adalah saluran-saluran kita untuk menjangkau pemirsa. Anak sekarang sudah  nonton televisi lagi. Lalu bagaimana mengalola milenial dan generasi seterusnya. Saya yakin generasi Y dan Z karakternya masih mirip dengan generasi milenial karena revolusinya baru ke mobile. Y dan Z masih mobile, belum ada revolusi baru. Jadi karakternya belum banyak berubah. Kita harus menyesuaikan dengan tujuan kita. Kita harus bisa kelola ini,” ujarnya. (zul)