Dr. Irfan Syauqi Beik, Juara I Dosen Berprestasi Bidang Sosial Humaniora Tingkat IPB
Perannya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan membawa berkah bagi Dr. Irfan Syauqi Beik. Dosen dari Departemen Ilmu Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) ini berhasil menjadi Dosen Berprestasi bidang Sosial Humaniora Peringkat I IPB. Dr. Irfan menciptakan Center for Islamic Bisnis and Economic Studies (CIBEST), sebuah platform pengelolaan zakat untuk kaum duafa atau mustahik (penerima zakat)
CIBEST telah diadopsi secara resmi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia untuk mengukur dampak penyaluran zakat secara nasional sekaligus sebagai bahan evaluasi kinerja institusi pengelola zakat.
“Ini merupakan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Saya sangat bersyukur ternyata pihak departemen sangat men-support, sehingga semua berkas pendaftaran dan persyaratan dosen berprestasi sepenuhnya disiapkan pihak departemen. Sementara saya menyiapkan makalah yang harus dipresentasikan. Saya bersyukur bahwa ternyata saya dipercaya dewan juri untuk mewakili IPB bertanding di tingkat nasional bidang Sosial Humaniora,” ujar pria yang kini menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB.
Aktivitas Dr. Irfan di dunia perzakatan pada dasarnya didasari oleh semangat untuk terlibat dalam upaya menyelesaikan masalah bangsa, antara lain pengentasan kemiskinan. Salah satu hal yang dilakukan adalah bagaimana meningkatkan kualitas pengelolaan zakat dengan menciptakan berbagai macam alat ukur kinerja pengelolaan zakat. Salah satunya adalah CIBEST. CIBEST terdiri atas empat indeks utama yaitu indeks kesejahteraan, indeks kemiskinan material, indeks kemiskinan spiritual dan indeks kemiskinan absolut.
“Melalui model CIBEST ini, saya mencoba menerapkan konsep bahwa ukuran kesejahteraan dan kemiskinan itu bukan hanya ukuran yang sifatnya fisik material, namun juga mencakup aspek mental spiritual. Alhamdulillah kontribusi saya mendapatkan penghargaan berupa Piagam Penghargaan Nasional BAZNAS yang diberikan pada awal tahun 2018. Ini sebagai bentuk apresiasi BAZNAS atas ikhtiar yang saya lakukan melalui model CIBEST. Semua lembaga zakat resmi di seluruh Indonesia pun menggunakan alat ukur CIBEST ini,” tuturnya.
Selain itu, keterlibatan dalam pengembangan perzakatan nasional dan internasional juga berbuah surat penghargaan yang diberikan oleh Departemen Ekonomi Keuangan Syariah Bank Indonesia.
Dr. Irfan mengatakan pencapaian ini bukan sekedar untuk dibanggakan, tapi lebih dari itu, menjadi pendorong untuk istiqomah berkarya. Terakhir rencana ke depan, saya akan tetap berusaha berkontribusi yang optimal, baik bagi kampus tercinta IPB, masyarakat, bangsa dan negara sesuai kapasitas dan kemampuan yang saya miliki. (Awl/Zul)
