Kata Peneliti IPB, Ulat Sutera Ternyata Bisa Diberi Pakan Ayam Broiler
Pemeliharaan ulat sutera dengan pemberian pakan buatan memungkinkan ulat sutera Bombyx mori bisa dipelihara di mana saja. Bahkan bisa menjadi “home industry”, tanpa perlu menyediakan lahan yang luas.
Damiana Rita Ekastuti peneliti dari Departemen Anatomi, Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (FKH IPB) menjelaskan bahwa sampai saat ini produksi benang sutera masih mengandalkan pemeliharaan atau budidaya konvensional. Yakni budidaya ulat sutera dengan pakan daun murbei segar. Upaya intensifikasi terus dilakukan, tetapi terkendala dengan penyediaan lahan yang luas untuk menanam pohon murbei.
Bersama temannya Aris Kumaidi dari Departemen Anatomi, Fisiologi dan Farmakologi, FKH IPB, mereka meneliti pertumbuhan dan produktivitas ulat sutera dengan diberi pakan ayam broiler.
“Di Jepang, pakan buatan untuk ulat sutera hanya diberikan pada instar I sampai instar III karena harga pakan yang mahal. Komponen yang menyebabkan tingginya harga pakan buatan di Jepang adalah tepung daun murbei yang merupakan 36,4% dari total biaya serta daun murbei tidak tersedia sepanjang tahun. Berbeda dengan di Indonesia, daun murbei tersedia sepanjang tahun serta dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk di tanah marginal,” tutur Damiana.
Dalam percobaannya peneliti ini memelihara ulat sutera yang diberi makan dengan beberapa kombinasi pakan diantaranya ditambahkan dengan pakan broiler. Kombinasi pakan sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan. Pada pakan yang tidak mengandung tepung murbei dan betasitosterol pakan tidak dimakan sama sekali.
“Betasitosterol adalah salah satu zat kimia (metabolit sekunder) yang terdapat di dalam daun murbei. Ulat sutera mengenali pakannya menggunakan reseptor olfaktorinya, yang mampu mendeteksi keberadaan zat kimia yang terdapat di dalam pakan alaminya,” ungkapnya
Ia juga menjelaskan bahwa kombinasi pakan sangat berpengaruh terhadap efisiensi pakan dicerna dan bobot badan akhir instar. Penambahan pakan broiler dalam pakan buatan ulat sutera dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.
“Pakan dengan kombinasi 25% daun murbei, 75% pakan broiler dan betasitosterol merupakan pakan paling banyak dikonsumsi serta efisiensi konversi pakan juga tertinggi. Ini mengandung makna bahwa semakin banyak pakan yang dimakan akan banyak pula yang dikonversi menjadi masa tubuh, oleh karena itu bobot badan juga tertinggi. Kami simpulkan bahwa ulat sutera dapat diberi pakan buatan dengan pakan dasar ayam broiler tetapi harus ditambah tepung daun murbei atau 0,5% betasitosterol,” tandasnya.(IR/Zul)
