IPB dan BPDPKS Rumuskan Strategi Pengembangan Sawit

IPB dan BPDPKS Rumuskan Strategi Pengembangan Sawit

Pengembangan-sawit-1000x666
Berita
Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerjasama dengan Copenhagen Business Schoolmenyelenggarakan seminar bertajuk “Sustainable Transitions of Indonesia’s Palm Oil Industry”, Kamis (14/4), di IPB International Convention Center (IICC),Baranangsiang Bogor. Acara ini merupakan launchingrangkaian kerjasama jangka panjang IPB dan BPDPKS untuk merumuskan berbagai strategi dalam rangka menjamin proses transisi industri kelapa sawit yang berkelanjutan.
 
RektorIPB, Prof.Dr. Herry Suhardiyanto mengatakan, kerjasama antara IPB dan BPDPKS dengan berbagaiperguruan tinggi dan lembaga terkait dengan sawit baik nasional maupun internasional akan diwadahi oleh sebuah konsorsium dengan nama Indonesia Palm Oil Industry Transitions for Sustainability (I-POINTS). I-POINTS berisi dua kelompok kegiatan utama yaitu pendidikan dan riset. Untuk pendidikan akan disediakan beasiswa untuk program doktor dan executive MBA setiap tahunnya kepada 10 orang kandidat (untuk doktor) dan 20 orang (untuk master). Beasiswa doktor disediakan tidak hanya kepada Warga Negara Indonesia (WNI) tetapi juga Warga Negara Asing (WNA) khususnya Eropa yang tertarik belajar dan meneliti sawit. Sekolah Bisnis (SB) IPBmerupakan penanggungjawab aspek pendidikan program I-POINTS ini, sekaligus menjadi sekretariat keseluruhan kegiatan I-POINTS (termasuk riset).
 
Direktur Utama BPDPKS, Dr. Bayu Krisnamurthimenjelaskan, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan dan primadona bagi Indonesia. Namun demikian pengembangan dan pemasaran minyak sawit masih menghadapi banyak tantangan, terlepas dari statusnya sebagai sumber minyak nabati yang paling efisien. Saat ini industri sawit sedang memasuki masa transisi menuju siklus yang kedua. Masa transisi ini merupakan kesempatan emas  untuk memperbaiki berbagai praktik yang selama ini kerap dijadikan dasar kampanye hitam terhadap kelapa sawit. Mengingat kompleksitas masalah maka diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk merumuskan strategi dan solusi yang komprehensif. Keterlibatan stakeholders internasional juga diperkirakan akan meningkatkan efektifitas strategi transisi industri kelapa sawit Indonesia.
 
Pada kesempatan ini juga diadakanPenandatanganan Naskah Kesepahaman Kerjasama antara IPB, BPDPKS, dengan konsorsium universitas nasional yaitu Universitas Lampung (UNILA), Universitas Jambi (UNJA) serta Copenhagen Business School Frederiksberg Denmark.
 
Acara ini diikuti oleh sekira 150 peserta dari berbagai stakeholders terkait, yaitu pemerintah, peneliti, asosiasi, akademisi, praktisi, lembaga riset terkait kelapa sawit, maupun mahasiswa, yang semuanya concern dengan perkebunan kelapa sawit Indonesia.(Awl)
 
 Email: Dr. Bayu Krisnamurthi, M.Si  HP : 081-111-0661
 
sekwamendag@kemendag.go.id/bayukr@kemendag.go.id