Gowes Bersama Pimpinan IPB

Gowes Bersama Pimpinan IPB

AR8A2959
Berita
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof.Dr. Herry Suhardiyanto bersepeda mengelilingi kampus IPB Dramaga bersama jajaran pimpinan IPB, Senin (14/03). Dalam kesempatan ini rektor mengajak pimpinan IPB maupun fakultas dan unit kerja, untuk gowes bersama sekaligus untuk melihat keadaan pengaturan lalu lintas dalam kampus selama penerapan green transportation.
 
Rombongan gowes yang terdiri dari rektor, dekan, wakil dekan, ketua departemen hingga direktur, kepala kantor dan kepala biro tersebut berkeliling kampus dengan mengambil start dari gedung rektorat. Selanjutnya rombongan menuju Graha Widya Wisuda (GWW) – Common Class Room (CCR) – SMA Kornita – Masjid Alhurriyyah – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) – Fakultas Peternakan (Fapet) – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) – dan berakhir di gedung rektorat.
 
Sepanjang perjalanan, rektor melakukan peninjauan setiap tempat parkir motor yang digunakan sebagai kantong parkir secara  terpusat. Selain meninjau tempar parkir, rektor juga menyempatkan diri menyapa petugas Unit Keamanan Kampus (UKK) yang sedang bertugas sekaligus memastikan kesiapan petugas dalam mengatur pengguna kendaraan bermotor agar parkir di tempat yang telah disediakan.
 
Selain memudahkan dalam menangani persoalan keamanan, rektor berharap pengaturan parkir  secara terpusat ini juga dapat mendorong penggunaan sepeda di dalam kampus. “Karena sepeda akan kita jadikan sebagai moda transportasi utama di dalam kampus. Tentu tidak semua orang dipaksa naik sepeda, karena juga disediakan alternatif lain seperti mobil listrik dan bis,” terang rektor.
 
Lebih lanjut rektor menjelaskan bahwa emisi yang dihasilkan oleh sepeda motor secara total selama ini lebih tinggi dibandingkan emisi total mobil. Selain itu, pengguna sepeda motor dapat dipastikan dapat mengendarai sepeda pula. Untuk itu diharapkan sepeda menjadi alternatif alat transportasi utama di dalam kampus.
 
Diakui rektor, pelaksanaan sistem transportasi ramah lingkungan ini masih perlu penyesuaian dan perbaikan, seperti keterbatasan jumlah petugas. “Untuk hal ini (kekurangan petugas-red) memang kita sediakan job tersebut untuk pengojek yang selama ini beroperasi di dalam kampus,” jelas rektor. Hingga saat ini tercatat sebanyak 65 pengojek telah menyatakan kesediaan beralih profesi menjadi petugas transportasi kampus. (AS)