Kisah Haru di Balik UTBK: Enam Tahun Tinggalkan Flores, Yosef Kejar Mimpi Diterima di D4 Akuntansi IPB University
Di tengah pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di IPB University, terselip kisah perjuangan Yosef Rifaldi Nong Roy. Peserta asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini rela meninggalkan kampung halaman demi menggapai cita-cita sebagai seorang akuntan.
Sejak usia remaja, ia sudah terbiasa hidup jauh dari keluarga. Enam tahun lamanya, pergi merantau demi menempuh pendidikan. Kini di Bogor, ia menempuh pendidikan di SMA Budi Mulia Bogor sambil menetap di asrama.
“Saya tinggal di Paledang dan di UTBK ini saya memilih program studi Akuntansi,” ujarnya.
IPB University menjadi pilihan utamanya dalam UTBK-SNBT tahun ini. Ia secara spesifik memilih program Sarjana Terapan (D4) Akuntansi sebagai fokus studinya.
Keputusan tersebut dipengaruhi oleh sosok yang dekat dalam hidupnya. “Saya termotivasi dari tante saya, karena dia juga seorang akuntan. Dia bilang akuntansi itu dibutuhkan di zaman sekarang, peluang kerjanya juga bagus,” tuturnya.
Ia mengakui perjalanannya tidak selalu mudah. Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, ia dituntut untuk belajar lebih cepat dan beradaptasi dengan keterbatasan yang ada. “Mungkin karena persiapannya waktunya singkat, jadi kurang terlalu bisa memahaminya,” katanya.
Meski begitu, ia tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk menyerah. Ia memilih tetap berjuang dan memaksimalkan setiap kesempatan yang dimiliki.
Dukungan orang tua menjadi faktor penting yang membuatnya terus melangkah. Baginya, enam tahun merantau bukan sekadar pengorbanan, tetapi bagian dari proses untuk menggapai masa depan yang lebih baik.
Ke depan, ia berharap dapat lolos seleksi dan melanjutkan studi di D4 Akuntansi. Ia ingin mendalami ilmu tersebut sebagai bekal untuk meraih pekerjaan yang baik di masa depan. “Kalau ke depan, saya fokus saja mengejar cita cita biar bisa jadi akuntan, mengikuti tante saya,” ujarnya.
Di tengah persaingan UTBK yang ketat, Yosef membagikan pesan sederhana bagi peserta lain. “Jangan cepat menyerah, terus berusaha. Hasil ada di tangan Tuhan, tapi kalau kita mau berusaha pasti bisa,” pesannya.
Kisah Yosef menunjukkan bahwa keberanian meninggalkan kampung halaman sejak dini, disertai tekad dan usaha, dapat menjadi jalan menuju impian. (Fj)
