IPB Memasyarakatkan Posdaya Melalui Program OST

IPB Memasyarakatkan Posdaya Melalui Program OST

Berita

Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Observation Study Tour ke Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) ke Kota dan Kabupaten Bogor yang diikuti sebanyak 150 orang peserta dari berbagai daerah, Senin (7/2) di Bogor.  Mereka berasal dari pemerintah Kota Palu (pejabat pemerintah kota, tim PKK, camat dan lurah), Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Universitas Tadulako, tokoh masyarakat dan pemuda Cianjur, Rumah Zakat, PT Ak-zonobel, Universitas Ibnu Khaldun dan BAZ Kota Bogor.
Kegiatan OST dalam rangka mensosialisasikan Posdaya binaan Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB. "Kita ingin mensosialisasikan keberadaan Posdaya kepada masyarakat luas," kata Kepala P2SDM LPPM IPB,  Dr.  Pudji Mulyono dalam sambutannya.

Sementara Kepala LPPM IPB, Prof. Dr.Bambang Pramudya  menyampaikan Posdaya dibentuk sejak 2005 atas  kerjasama P2SDM LPPM-IPB dengan Yayasan Damandiri. “Saat ini terdapat 80 Posdaya di Kota dan Kabupaten Bogor," kata Prof. Bambang.  Ketua Yayasan Damandiri, Dr. Subiakto Cakrawardaya mengatakan keberadaan Posdaya akan sangat membantu  pemerintah dalam upaya menanggulangi kemiskinan. “Konsep Posdaya merupakan konsep kemandirian masyarakat melalui keluarga dan  menjadi wadah masyarakat untuk berjuang mensejahterakan dirinya. Konsep ini sangat tepat diterapkan saat menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini,” ujar Dr. Subiakto.

Para peserta dibawa berkunjung ke tiga Posdaya di bawah binaan IPB yakni Posdaya Mandiri Terpadu Cikarawang, Kabupaten Bogor, Posdaya Kenanga, Kelurahan Situgede Kota Bogor dan Posdaya Benteng Harapan, Desa Benteng Kabupaten Bogor. (ris)