Lima Teknik Analisis Model Gender

Lima Teknik Analisis Model Gender

Berita

Terdapat beberapa model teknik analisis gender yang dikembangkan para ahli antara lain: model Harvard, Moser, SWOT, Gender Analysis Pathway atau analisis alur gender dan ProBA (Problem Based Approach) atau pendekatan berbasis masalah."Teknik analisis gender yang sering digunakan dalam penelitian bidang Ilmu Keluarga adalah Model Harvard dan Model Moser," papar  Tim Pakar Gender Departemen Pendidikan Nasional, Dr.Herien Puspitawati dalam acara Pelatihan  Metodologi Studi Gender, Kamis (23/4) di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Baranangsiang.

 

Pelatihan ini diselenggarakan Program Studi Wanita, Gender, dan Pembangunan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  (LPPM) IPB.  

 

 Analisis Model Harvard dikembangkan Harvard Institute for International Development bekerjasama dengan Kantor Women In Development (WID)-USAID. Model Harvard ini didasarkan pada pendekatan efesiensi WID yang merupakan kerangka analisis  dan perencanaan gender yang paling awal. Analisis ini sangat cocok digunakan untuk merencanakan proyek, menyimpulkan data basis atau data dasar, dan sebagai titik masuk ketika melontarkan isu gender kepada resisten terhadap ketimpangan relasi gender.  Selain itu, sebagai masukan dari analisis tingkat mikro untuk merumuskan kebijakan berwawasan gender lebih makro. Bersama kerangka Analisis Moser digunakan untuk mencari gagasan dalam menentukan kebutuhan strategi gender.

 

Sedangkan analisis Nodel Moser dicetuskan sosiolog Caroline Moser, seorang peneliti senior dengan pengalaman luas dalam perencanaan gender  pada tahun 1993 . Kerangka analisis ini didasarkan pendekatan perempuan dan gender (Gender and Development/GAD) yang merujuk pendekatan perempuan dalam  pembangunan (Women in Development/WID) pada awal teori-teori feminisme. "Analisis ini dapat digunakan untuk menyusun beragam perencanaan mulai dari tingkat rumah tangga sampai ke tingkat regional," kata Dr.Herien.

 

Dr.Herien memberikan contoh penerapan  Model Harvard dan Moser pada  beberapa kasus penelitian bidang Ilmu Keluarga.

 

Sebelumnya, Prof.Dr.Aida Vitayala Hubeis menyampaikan sejarah dan pengantar studi wanita. Prof.Aida memaparkan historis gerakan perempuan Indonesia yang dimulai sejak Konggres Perempuan Indonesia Nasional (KOWANI) pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.  "Saat itu sekitar 30 organisasi perempuan  yang ikut dalam konggres merupakan sayap partai atau organisasi politik tertentu, sehingga dapat dikatakan pergerakan perempuan telah mewarnai pergerakan nasional," kata Prof.Aida.

 

 Masalah serius yang dibahas pada saat konggres tahun 1928, menurut Prof.Aida, masih dianggap revelan sampai sekarang. Misalnya, tuntutan hak berpolitik bagi perempuan dalam organisasi pergerakan, hak pendidikan, nasib yatim piatu dan janda, pekerja anak, perempuan buruh dan kejahatan kawin paksa.

Pelatihan tersebut juga menampilkan pembicara lain diantaranya: Kepala Program Studi Wanita, Gender dan Pembangunan IPB Dr.Siti Amanah dan Ketua Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB Dr.Lala M.Kolopaking. (ris).