The 4th SNU–IPB Green Bio Science Forum Perkuat Kolaborasi Riset Pertanian dan Teknologi Pangan Indonesia–Korea
IPB University terus memperkuat jejaring internasional melalui berbagai kerja sama strategis dengan Korea Selatan. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan 4th SNU–IPB Green Bio Science Forum di Seoul National University (SNU), Korea Selatan, serta serangkaian pertemuan dan kunjungan kerja yang berfokus pada penguatan riset pertanian, teknologi pangan, dan sistem pangan sekolah berkelanjutan.
Pada forum yang berlangsung di SNU itu, Wakil Rektor IPB University Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi, menegaskan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi internasional berbasis sains, inovasi, dan keberlanjutan.
“Kolaborasi antara IPB University dan SNU merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas riset dan pengembangan teknologi pertanian masa depan. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Prof Ernan memaparkan strategi pengembangan riset IPB University menuju Agromaritime 5.0 berbasis omics science, artificial intelligence (AI), sustainability science, serta pendekatan techno-socio-preneurship. Ia juga menyoroti capaian IPB University yang menempati peringkat ke-48 dunia bidang Agriculture and Forestry versi QS World University Rankings by Subject 2026 dan peringkat pertama di ASEAN pada bidang tersebut.
Jajaki Kerja Sama IPB-CALS
Penguatan kolaborasi juga dibahas dalam pertemuan strategis antara IPB University dan College of Agriculture and Life Sciences (CALS)-SNU. Kedua institusi sepakat mendorong implementasi kerja sama yang lebih konkret melalui penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan peneliti, pengembangan kapasitas laboratorium, publikasi ilmiah internasional, serta pengembangan teknologi pertanian berbasis keberlanjutan.
“IPB University dan SNU memiliki visi yang sejalan dalam mengembangkan riset dan inovasi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan,” kata Prof Ernan.
Dekan CALS, Prof Byoung Cheorl Kang, juga menyampaikan komitmen SNU untuk terus memperkuat kerja sama dengan IPB University, khususnya dalam bidang penelitian pertanian, pendidikan, dan pengembangan teknologi pangan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara kedua institusi memiliki potensi besar untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan global, terutama terkait ketahanan pangan dan perubahan iklim
Pada kesempatan tersebut, Prof Do Soon Kim, Head of Department of Agronomy, Crop Molecular Physiology and Weed Science, turut menjelaskan bahwa CALS memiliki kekuatan riset multidisiplin yang mencakup agronomi, agroekonomi, pemuliaan tanaman, bioteknologi tanaman, fisiologi tanaman, ilmu gulma, entomologi, patologi tanaman, hingga program Official Development Assistance (ODA) di bidang pertanian dan pembangunan pedesaan.
Pelajari Eco-Friendly School Meal Korea
Selain penguatan riset, delegasi IPB University juga mempelajari sistem pangan sekolah berkelanjutan Korea Selatan melalui kunjungan ke Gyeonggi Agro-Fisheries Institute (GAFI) dan Maeyang Elementary School. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai implementasi Eco-Friendly School Meal.
Sementara itu, Prof Ernan menjelaskan bahwa salah satu tantangan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia adalah menghubungkan kebutuhan pangan sekolah dengan aktivitas pertanian lokal.
“Program makan bergizi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan nutrisi anak, tetapi juga harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi pangan yang melibatkan petani lokal, sistem distribusi yang efisien, dan pembangunan pertanian berkelanjutan,” ujarnya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan, pembangunan pertanian berkelanjutan, serta pengembangan teknologi pangan di Indonesia dan kawasan global. (*/Rz)
