IPB Anugerahi Sumet Jiaravanon Gelar Doktor Hanoris Causa
Institut Pertanian Bogor (IPB) menganugerahkan gelar Doctor Hanoris Causa (Dr.H.C) pada Chairman Charoen Pokphand Group, Sumet Jiaravanon atas dedikasi, ketekunan, keberhasilan yang luar biasa di bidang manajemen agribisnis. Pemberian gelar tersebut dilangsungkan di tengah Acara Wisuda dan Penganugerahan Ijazah Tahap I Tahun Akademik 2007/2008 dan Penganugrahan Doctor Honoris Causa, Rabu (12/9) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga.
Dalam pidato sambutannya, Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik berharap, semoga ketekunan, kesabaran dan dedikasi Sumet Jiaravanon dapat menjadi contoh dan teladan bagi generasi kini, termasuk para wisudawan. "Sumet telah membuktikan bahwa pertanian adalah bidang yang sangat menjanjikan masa depan yang sangat tepat. Pertanian bukan merupakan bidang yang seperti digambarkan selama ini, yang kumuh, kotor dan miskin."
Melalui perusahaan Charoen Pokphand Group yang dipimpinnya, Sumet Jiaravanon telah menunjukkan, pertanian bukan hanya sekedar aktivitas on farm saja, melainkan juga meliputi seluruh kegiatan agrobisnis, agroindustri dan agroservices baik pada bidang pertanian, perikanan maupun peternakan. "Sumet Jiaravanon menunjukkan kepada kita bahwa pengembangan pertanian memerlukan berbagai disiplin ilmu baik ekonomi, menajemen, bioteknologi, ilmu komputer, budidaya pertanian dan sebagainya. Ilmu-ilmu tersebut semuanya ada di IPB dan seluruh wisudawan yang dilantik pada hari ini telah mendapatkannya," lanjut Rektor IPB.
Lebih lanjut dikatakannya, pada setiap usahanya, Sumet selalu mengikutsertakan petani. Saat ini sebagian besar bahan baku industrinya diperoleh dari petani melalui program kemitraan. Kepeduliannya terhadap lingkungan sosial melalui program-program Corporate Sosial Responbility (CSR) juga dinilai sangat baik.
"Sengaja penganugerahan Dr H.C. kepada Sumet Jiaravanon bersamaan dengan wisuda S1, S2 dan S3, untuk memberikan contoh yang baik dan memberikan motivasi kepada seluruh wisudawan agar jangan ragu-ragu terjun ke dunia pertanian. Pada masa-masa mendatang, diharapkan lahir Sumet-Sumet baru terutama dari IPB," harap Rektor IPB di hadapan seluruh hadirin.
Selanjutnya, Ketua Promotor Dr.H.C, Prof. Dr. Ir. Sjafri Mangkuprawira membacakan pidato promosi Senat Akademik dan Dewan Guru Besar IPB mempromosikan Sumet mendapatkan gelar D.H.C. "Kiprah yang begitu mengesankan, ketekunan Sumet dalam meneliti dan mengimplementasikan penelitiannya. Kegigihan dalam berusaha, keberhasilan yang telah ditunjukkan selama ini serta sikap diri yang rendah hati, membuat IPB tergugah dengan sosok Sumet Jiaravanon," jelas Sjafri. Senat Akademik dan Dewan Guru Besar menilai Sumet Jiaravanon pantas dan layak mendapatkan gelar Dr H.C. dari IPB
Sumet dalam orasi singkatnya yang berbahasa Mandarin mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasinya atas penghargaan IPB padanya. Ia mengatakan Indonesia sangat berpeluang menjadi pemasok makanan penduduk Indonesia dan dunia.
Pada Upacara Wisuda dan Penganugerahan Ijazah Tahap I Tahun Akademik 2007/2008 sekaligus dalam rangka Dies Natalis IPB ke-44 tersebut, IPB mewisuda dan menganugerahkan Ijazah kepada 1152 lulusan yang terdiri 68 lulusan bergelar Doktor, 106 lulusan bergelar Magister sains, 38 lulusan bergelar Magister Manajemen (MM), 8 lulusan bergelar Magister Profesional (MP), 2 lulusan Magister Information Technology (MIT), dan 930 lulusan bergelar Sarjana dari 8 Fakultas. "Para wisudawan langsung bisa bergabung dalam Himpunan Alumni IPB Pusat dan daerah untuk ikut serta membangun nusa dan bangsa," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni(DPP HA) IPB, Ir. Nelly Oswini.
Dalam kesempatan yang sama, IPB juga memberikan penghargaan pada lulusan terbaik antara lain; Dewi Kartika Puri (Fakultas Pertanian), Lidia Ilhami (Fakultas Kedokteran Hewan), Ana Chandra Sari (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Komarudin (Fakultas Peternakan), Rakhmat Kurniawan (Fakultas Kehutanan), Mona Fitria (Fakultas Teknologi Pertanian), Mutiha Panjaitan (Fakultas Matemátika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Arie Jayanthi Fitria (Fakultas Ekonomi dan Manajemen), Dyah Weny Respatie (Magíster Sains), Ita Puspita Endah (Magíster Manajemen Agribisnis), Antón Setyo Nugroho ( Magíster Profesional), Hendi Setiyatwan (Program Studi Doktor). (ris/nUr)
