IPB University Luncurkan Program Riset Unggulan 2026, Gelontorkan Dana Rp8,5 M Dorong Inovasi Berdampak
IPB University resmi meluncurkan Program Riset Unggulan (RUI) Tahun Anggaran 2026. Acara yang dikemas dalam bentuk launching dan sosialisasi call for proposal secara daring, Kamis (26/2) ini dihadiri oleh para wakil rektor, dekan, serta dosen dan peneliti di lingkungan IPB University.
Program ini mengusung total pendanaan sebesar Rp8,5 miliar yang bersumber dari dana masyarakat. Program ini juga merupakan komitmen IPB University dalam memperkuat ekosistem riset unggul dan berdampak.
Dalam sambutan pengantarnya, Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi menekankan pentingnya arah riset yang responsif terhadap tantangan global.
“Pendanaan ini naik 100 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Khusus tahun ini, sesuai dengan arahan Rektor, kami ingin riset di IPB tidak hanya berorientasi pada publikasi, tapi berdampak. Maka dari itu, nantinya akan kami fasilitasi riset para peneliti dalam bentuk lokakarya,” ujarnya.
Rektor IPB University Dr Alim Setiawan dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa riset adalah jantung dari tridarma perguruan tinggi.
“Data menunjukkan peningkatan jumlah penelitian di IPB dari tahun ke tahun. Namun, kita masih perlu mendorong riset interdisipliner dan berdampak luas. Program Riset Unggulan IPB 2026 menjadi tonggak strategis untuk meningkatkan kualitas dan reputasi riset kita di tingkat internasional,” tegasnya.
Penjelasan umum mengenai program disampaikan oleh Direktur Riset dan Inovasi IPB University Prof Sugeng Heri Suseno. Ia mengungkapkan bahwa skema riset tahun ini lebih fokus dan berjenjang.
“Kami menghadirkan berbagai skema seperti Riset Unggulan IPB yang memprioritaskan bidang omics, artificial intelligence, sustainability, serta frontier research yang menargetkan publikasi di jurnal Nature dan Science. Ada pula skema Dosen Muda Reguler dan Advance untuk membina peneliti muda,” jelas Prof Sugeng.
Ia menambahkan bahwa pendanaan Rp8,5 miliar dialokasikan untuk mendukung luaran berkualitas.
Detail teknis program dipaparkan Asisten Direktur Bidang Riset Dasar dan Terapan IPB University Dr Eng Obie Farobie. Ia memaparkan persyaratan pengusul, besaran dana, dan luaran wajib untuk setiap skema.
“Untuk skema RUI, ketua peneliti wajib memiliki rekam jejak publikasi di jurnal bereputasi dan luaran minimal satu publikasi Q1. Sementara frontier research mendapatkan pendanaan hingga Rp200 juta per judul dengan target publikasi di Nature atau Science,” paparnya. Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi multidisiplin dan internasional.
Dengan peluncuran ini, IPB University berharap lahir riset-riset unggulan yang tidak hanya excellent secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Para dosen dan peneliti diundang untuk menyusun proposal terbaik dan memanfaatkan kesempatan ini seoptimal mungkin. (MW)
