Calon Penjamah Pangan Dapur SPPG Ikuti Pelatihan Intensif di IPB University

Calon Penjamah Pangan Dapur SPPG Ikuti Pelatihan Intensif di IPB University

calon-penjamah-pangan-dapur-sppg-ikuti-pelatihan-intensif-di-ipb-university.jpg
Berita

Sebanyak 36 calon penjamah pangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Ciampea Tegalwaru 3 mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji secara intensif. 

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, PT Bogor Life Science Technology (BLST), dan IPB Training dalam memperkuat standar keamanan pangan siap saji pada penyelenggaraan makanan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selama dua hari pelatihan (23–24/2), peserta memperoleh pembekalan komprehensif mulai dari kebijakan keamanan pangan siap saji, standar gizi pada menu program, potensi cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan, pemeliharaan lingkungan kerja, pengendalian vektor, hingga prosedur standar operasional sanitasi (SSOP) dan pembersihan peralatan.

Materi disampaikan oleh Prof Ahmad Sulaeman, Guru Besar Gizi Masyarakat IPB University. Ia menyampaikan materi terkait urgensi keamanan pangan dalam penyelenggaraan makanan massal di dapur MBG, serta pengantar terkait penerapan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

“Dapur penyelenggara makanan massal memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin keamanan pangan dari hulu hingga hilir. Identifikasi titik kendali kritis (critical control point) merupakan langkah preventif untuk mencegah risiko kontaminasi dan kejadian luar biasa akibat pangan,” tegasnya.

Ketua Tim Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Wayan Sri Agustini, SST, MKes, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antarlembaga. “Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penyediaan pangan yang aman dan bergizi,” ujarnya.

Turut hadir pula Tetty, perwakilan Yayasan Inspirasi Pangan Bangsa. “Saya hadir untuk mengetahui secara langsung materi yang disampaikan para narasumber. Ini penting agar kami memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai pengelolaan dapur SPPG yang baik dan dapat menerapkannya secara optimal,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh calon penjamah pangan mampu menerapkan prinsip higiene, sanitasi, dan sistem pengendalian keamanan pangan secara konsisten, sehingga operasional dapur SPPG berjalan sesuai standar kesehatan dan mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. (*/Rz)