Fakultas Kedokteran IPB University Siap Masuki Era Kedokteran Berbasis AI dan Robotik

Fakultas Kedokteran IPB University Siap Masuki Era Kedokteran Berbasis AI dan Robotik

fakultas-kedokteran-ipb-university-siap-masuki-era-kedokteran-berbasis-ai-dan-robotik.jpg
Pendidikan

IPB University terus memperluas kontribusinya dalam pembangunan nasional melalui penguatan Fakultas Kedokteran (FK). Memasuki tahun ketiga sejak berdiri, FK IPB terus berkembang dan meraih capaian signifikan di bidang pendidikan, penelitian, dan transformasi teknologi kesehatan. 

Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran IPB University, Dr dr Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG dalam sharing session overview “Fakultas Kedokteran untuk Kedokteran Masa Depan” pada Sidang Pleno Senat Akademik (SA) di Ruang Sidang SA, Kampus IPB Dramaga, Bogor (20/1).

Dr Ivan menyampaikan bahwa IPB University tidak hanya dikenal dari kekuatan agromaritim, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan dunia kedokteran.

“Fakultas Kedokteran saat ini sudah memasuki tahun ketiga dan kami memiliki jumlah dosen serta mahasiswa yang sangat ideal sebagai investasi awal pembangunan fakultas,” ujarnya. 

Ia menambahkan, FK IPB telah menyelesaikan proses akreditasi pada akhir tahun 2025 dan tetap menjaga konsistensi pengembangan sesuai Rencana Strategis (Renstra).

“FK IPB juga telah menerapkan community based health education melalui kurikulum transformasi yang berkesinambungan sejak jenjang mahasiswa,” urai Dr Ivan. 

Pendalaman klinis, paparan teknologi medis sejak dini, serta pengembangan genomik, herbal, dan pendekatan one health menjadi bagian penting dalam arah pengembangan tersebut. Seluruh konsep ini, sebutnya, diterjemahkan dalam investasi sarana-prasarana, termasuk rencana rumah sakit pendidikan dan klinik komunitas.

Dalam konteks transformasi teknologi, Dr Ivan menyoroti perubahan besar pascapandemi COVID-19 yang mendorong adopsi digital, telemedicine, electronic medical record, kecerdasan buatan (AI), hingga robotika. 

Ia menegaskan bahwa data menjadi modal utama dalam pengembangan layanan kesehatan modern. “Dengan basis data yang kuat dan tata kelola yang tepat, kita dapat mengembangkan big data analytic capability yang terintegrasi dengan kapasitas IPB University secara menyeluruh,” jelasnya.

Salah satu sorotan utama adalah pengembangan bedah robotik (robotic surgery) sebagai bagian dari layanan kuratif. Menurut Dr Ivan, teknologi ini memungkinkan tindakan medis yang lebih presisi, minim perdarahan, dan pemulihan lebih cepat. 

“Bedah robotik bukan robot yang menggantikan dokter, tetapi dokter yang mengendalikan robot dengan tingkat akurasi tinggi,” katanya. Ia mencontohkan, operasi yang sebelumnya membutuhkan waktu pemulihan panjang kini dapat dilakukan dengan rawat inap singkat.

Ia juga menekankan tantangan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia, terutama keterbatasan akses dokter spesialis di daerah. Dalam hal ini, pengembangan telesurgery dan kebijakan kesehatan adaptif menjadi peluang transformasi layanan nasional. 

Dr Ivan menilai, IPB University memiliki peluang besar untuk berkontribusi melalui kolaborasi lintas fakultas, mulai dari riset AI, pengembangan perangkat medis, pelatihan tenaga kesehatan, hingga kajian kebijakan dan ekonomi kesehatan.

“Teknologi kedokteran adalah investasi jangka panjang. IPB University siap menjadi bagian dari ekosistem yang membangun akses layanan kesehatan yang berkualitas,” ucapnya. (dr)