Ratusan Siswa SMA Ikuti Kuliah Sehari di FEM IPB University

Ratusan Siswa SMA Ikuti Kuliah Sehari di FEM IPB University

ratusan-siswa-sma-ikuti-kuliah-sehari-di-fem-ipb-university-news
Berita

Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University mengadakan “Kuliah Sehari Bersama FEM IPB University” dengan mengundang ratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat se-Jabodetabeksuci, pada Rabu (5/2) di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Kampus IPB Dramaga, Bogor. Kegiatan kuliah ini dalam rangka meningkatkan motivasi dan minat siswa-siswi SMA untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya pada program studi di FEM IPB University.

Wakil Dekan Akademik dan Kemasiswaan FEM IPB University, Dr Anna Fariyanti menjelaskan tentang FEM IPB University. Ia mengatakan FEM IPB University merupakan fakultas ke-8 di IPB University. Pendirian FEM IPB University didasarkan pada filosofi bahwa IPB University adalah satu-satunya perguruan tinggi pertanian di Indonesia yang diberi mandat secara holistik untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi pertanian, namun tidak memiliki fakultas yang mandatnya mengembangkan ilmu ekonomi dan manajemen untuk mendukung pengembangan pertanian, khususnya, dan pembangunan ekonomi Indonesia pada umumnya.

“Oleh karena itu, kehadiran FEM IPB University, akan memperkuat ekonomi pertanian mikro dan makro Indonesia. Secara resmi FEM IPB University berdiri pada 6 April 2001 dengan memiliki dua program studi. Itu dia alasan adanya FEM IPB University, yaitu untuk menunjang bidang pertanian melalui pengembangan ilmu ekonomi dan manajemen demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dr Anna.

Dr Anna menambahkan, pada awalnya FEM IPB University hanya mempunyai dua program studi yaitu Ekonomi Pembangunan dan Manajemen. Kini FEM IPB University telah memiliki 5 program studi yaitu Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Agribisnis, Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan serta Ekonomi Syariah.

Kemungkinan besar program studi di FEM IPB University akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman. Sudah diketahui bahwa pilar utama pembangunan ekonomi berkelanjutan adalah pengembangan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan negara secara adil.

Ia menuturkan, inilah yang menjadi pertimbangan siswa-siswi lulusan SMA memilih jurusan dan perguruan tinggi. Sebagian besar mata kuliah di FEM IPB University menggunakan pendekatan kuantitatif sehingga setiap mata kuliah terdapat hitung-hitungan. Oleh karena itu, bagi lulusan SMA yang hendak masuk FEM IPB University diharapkan menyukai hitung-hitungan.

“Namun dari semua itu, banyak hal yang akan  didapat ketika menggunakan pendekatan kuantitatif pada setiap mata kuliah. Pendekatan kuantitatif melatih kita untuk berpikir logis dan analitis. Sehingga lulusan FEM IPB University terkenal dengan kemampuan analisis numerikal yang baik serta mampu memprediksi fenomena serta pengambilan keputusan secara terukur,” tambah Dr Anna.

Dosen IPB University itu juga menjelaskan bahwa prospek kerja lulusan FEM IPB University sangatlah luas. Hal tersebut dikarenakan lulusan FEM IPB University memiliki kemampuan analisis yang kuat sehingga dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan yang beragam.

Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber dosen FEM IPB University yaitu Prof Akhmad Fauzi Syam dan Dr Irfan Syauqi Beik.  Prof Akhmad Fauzi menjelaskan mengenai  peran FEM IPB University dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul. Menurutnya, dengan belajar ekonomi yang baik akan menciptakan manusia unggul untuk mengatasi tantangan ekonomi yang kompleks di masa mendatang.

“Terdapat beberapa hal yang harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas SDM unggul.  Prioritas tersebut antara lain sistem pendidikan yang baik dan bermutu. Untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Dalam hal ini, FEM IPB University memiliki peran penting dalam penyelenggaran sistem pendidikan yang efektif dan efisien, serta  berorientasikan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta mengasah kemampuan analisis dengan baik yang pastinya akan bermanfaat bagi kehidupan.

Sementara itu, Dr Irfan menjelaskan mengenai pembangunan bangsa melalui ekonomi syariah. Ia menyampaikan tentang kontribusi ekonomi syariah yang saat ini semakin signifikan dalam menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan  dibukanya lapangan kerja, mengurangi pengangguran, mengurangi kemiskinan, pengendalian inflasi, penguatan daya beli masyarakat dan penguatan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu Indonesia bisa kuat dan sejahtera serta seluruh komponen masyarakat bisa menikmati dampak dari pembangunan ekonomi dan keuangan syariah nasional ini.

Menurut Dr Irfan, penguatan literasi ekonomi syariah perlu dilakukan pada seluruh komponen baik internal pemerintah dan lembaga negara, pelaku dunia usaha, maupun masyarakat secara keseluruhan.   “Ini sangat penting agar setiap komponen menyadari tentang pentingnya mengoptimalkan potensi ekonomi syariah ini. Perlu dipahamkan mengenai pentingnya pengembangan industri halal, dan melihatnya bukan dari aspek ideologis, melainkan aspek ekonomi,” ungkap Dr Irfan.

Ia juga menjelaskan role model ekonomi syariah yang berupa menegakkan supremasi hukum, meningkatkan daya beli melalui pendistribusian harta baitul mal dan membangun infrastruktur transportasi dan pertanian. (Awl/RA)