Belajar dari Alam, 16 Anak Down Syndrome Ikuti Edukasi Inklusif di IPB University
IPB University bersama Rumah Kreasi Anak Spesial (RKAS) menyelenggarakan kegiatan edukasi inklusif berbasis alam bertajuk “Belajar dan Bersahabat dengan Alam” di Kampus Dramaga (9/5). Kegiatan tersebut diikuti oleh 16 anak down syndrome yang didampingi orang tua/wali, serta melibatkan pengurus RKAS dan dukungan civitas akademika IPB University.
Program ini dirancang sebagai upaya memberikan pengalaman pembelajaran langsung melalui pendekatan berbasis alam, dengan menggabungkan eksplorasi lingkungan, interaksi dengan satwa, serta pengenalan ekosistem secara langsung.
Penasihat RKAS, Prof Anik Djuraidah mengatakan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung di alam memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus. “Pendekatan ini mampu memberikan stimulasi yang lebih komprehensif, baik dari aspek sensorik, sosial, maupun emosional anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus, Dr Lina Noviyanti Sutardi menegaskan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan peserta menjadi perhatian utama selama kegiatan berlangsung. Ia berkomitmen memastikan kegiatan berlangsung dengan aman dan nyaman untuk para peserta.
Rangkaian diawali dengan kunjungan ke Taman Hutan Kampus. Peserta diajak untuk mengenal berbagai flora dan fauna yang ada di kawasan tersebut, serta berinteraksi langsung dengan rusa melalui kegiatan pemberian pakan. Aktivitas ini menjadi bagian penting dalam memberikan stimulasi sensorik sekaligus meningkatkan keberanian dan rasa ingin tahu anak.
“Kegiatan ini sejalan dengan pemanfaatan kawasan kampus sebagai ruang edukasi terbuka yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Sekretaris Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), Dr Eva Rachmawati.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke kandang sapi dan domba di Divisi Produksi Ternak Daging Kerja dan Aneka Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan. Peserta diperkenalkan secara langsung dengan hewan ternak serta lingkungan peternakan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. Di lokasi ini peserta juga mempraktikkan memberi makan ternak sapi dan domba.
“Interaksi langsung dengan hewan ternak memberikan pengalaman yang berharga bagi peserta. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat lebih mengenal hewan sekaligus melatih keberanian dan rasa percaya diri mereka,” ujar Edit Lesa Aditia, SPt, MSi.
Selanjutnya, peserta mengunjungi Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) SKHB IPB untuk belajar tentang perawatan dan interaksi aman dengan satwa. Kunjungan disambut oleh Dr drh Arni Diana Fitri, yang memberikan edukasi agar anak-anak dapat berinteraksi dengan hewan secara lebih terarah dan aman. Selain itu, mereka juga diajak melihat langsung berbagai fasilitas peralatan medis yang ada di sana.
RKAS berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan inklusif berbasis pengalaman langsung bagi anak berkebutuhan khusus. (*/Rz)
