Mahasiswa Biologi IPB Belajar Menjadi Jurnalis di Era Milenial

Mahasiswa Biologi IPB Belajar Menjadi Jurnalis di Era Milenial

mahasiswa-biologi-ipb-belajar-menjadi-jurnalis-di-era-milenial-news
Berita

Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengasah softskill mahasiswa biologi dengan mengadakan pelatihan kepenulisan dalam rangkaian acara Biologist Write and Study on Science (Biostatic), di Kampus IPB Dramaga, Bogor (27/03). Puluhan mahasiswa Biologi dari berbagai angkatan mendapatkan ilmu jurnalistik dari Jurnalis Muda IPB, Sururum Marfuah Hash, yang juga merupakan mahasiswa dari Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian IPB. 

Menurut Sururum, menghasilkan suatu tulisan yang bagus dan berkualitas itu sangat berkaitan dengan banyaknya buku yang dibaca dan seberapa giat penulis dalam mencari informasi. Hal menarik dari tulisan bisa langsung disebutkan di judul tulisan agar artikelnya menarik. Untuk menarik banyak pembaca, penulis harus memahami hal-hal yang sedang fenomenal di tengah masyarakat. “Ada kepuasan tersendiri saat tulisan yang kita buat dimuat di media nasional dan menjadi berita viral,” tandas Sururum dalam penyampaiannya.

“Dengan menjadi jurnalis, saya menemukan rahasia-rahasia dan potensi kekayaan alam di Indonesia melalui wawancara dengan pakarnya langsung. Ilmu tersebut tentunya tidak akan saya dapatkan saat di kelas. Itulah yang membuat saya bersemangat menjadi seorang reporter,” tandas Uum saat memotivasi peserta untuk menjadi seorang jurnalis. 

Uum juga menjelaskan bahwa kesempatan menjadi jurnalis terbuka lebar bagi mahasiswa yang tertarik dunia kepenulisan. Banyak sekali pakar IPB yang karyanya belum terpublikasi. Salah satu cara mempublikasikannya adalah melalui tulisan. 

Mahasiswa yang tulisan opininya telah dimuat di beberapa media nasional ini dalam penyampaiannya juga mengatakan bahwa menulis itu tidak bisa dipaksakan karena harus berasal dari naluri dan harus ikhlas agar pesan yang ingin disampaikan penulis dapat diambil oleh pembacanya. 

“Untuk menghasilkan tulisan yang sampai dimuat di media cetak dibutuhkan latihan. Latihannya bisa dimulai dari hal yang sederhana saja seperti menuliskan caption untuk postingan instagram. Selain itu juga harus rajin membaca karena bagus atau tidaknya tulisan kita sangat terkait dengan banyaknya bacaan yang kita baca,” ujar mahasiswa yang juga sering memenangi lomba esai nasional ini.

Uum juga menambahkan, artikel yang baik itu adalah artikel yang memotivasi dan bermnfaat bagi masyarakat. Untuk membuat tulisan dari publikasi ilmiah menjadi artikel populer, tipsnya adalah mengkaitkan data ilmiah tersebut dengan kehidupan nyata seperti mengaitkan teori biologi dengan kebijakan pemerintah.

Sementara itu, dalam sambutannya, Komisi Kemahasiswaan Departemen Biologi IPB, Dr. Windra Priawandiputra berharap pelatihan kepenulisan ini dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk berkarya dan sekaligus mengupgrade prestasi mahasiswa Biologi IPB. “Salah satu cara membuat karya kita kekal adalah melalui tulisan, ia akan terus ada selama ada pembaca, maka menulislah dari sekarang,” tuturnya saat membuka acara Biostatic.

Biostatic merupakan salah satu kegiatan dalam menampung minat bakat mahasiswa Biologi dalam menulis serta menuangkan ide kreatif. Kegiatan Biostatic ini memberikan pengetahuan seputar dunia kepenulisan kepada mahasiswa Biologi IPB. Biostatic 2019 kali ini berisi serangkaian acara yang mengangkat tema membuka jendela kepenulisan ilmiah dan jurnalistik. (LR/Zul)