Teruslah Berkarya Pak Bun…

Teruslah Berkarya Pak Bun…

Berita

Tari Yapong yang dimainkan oleh Caca dan Mimi, mengawali acara Purnabakti Prof.Dr.Ir. Bunasor Sanim, M.Sc., Sabtu (22/1) di IPB International Convention Center (IICC) Bogor. Caca dan Mimi merupakan cucu kesayangan Pak Bun, demikian panggilan akrab Prof. Bunasor.

Keduanya juga unjuk kebolehan dalam memainkan alat musik, seperti biola dan piano. Selain penampilan Caca dan Mimi, dalam kesempatan ini juga diperdengarkan sebuah puisi tentang perjalanan seorang Pak Bun oleh Drs. Ramilus, aktivis Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Bogor.

Acara Purnabakti Pak Bun dikemas sangat apik. Nuansa pertanian terlihat dari dekorasi yang penuh dengan aneka sayuran. Ratusan tamu pun sangat menikmati acara berdurasi lebih dari 3 jam ini.

Hadir diantaranya Wakil Menteri Pertanian RI Dr. Bayu Krisnamurti, Rektor IPB Prof.Dr. Herry Suhardiyanto beserta para Wakil Rektor, dua orang mantan Menteri Pertanian RI Prof.Dr. Soleh Solahudin dan Prof.Dr. Bungaran Saragih, Direktur Utama BRI Sofyan Basir beserta jajaran Direksi dan Komisaris, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto, Bupati dan Kepala Bapeda Kabupaten Brebes, serta ratusan kolega Pak Bun.

Dalam testimoni sejumlah kolega, tersimpulkan pribadi Pak Bun yang rendah hati. Bahkan cucunya mengatakan Engking (panggilan untuk Kakek), orang yang tidak sombong.

Salah satu testimoni datang dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui tayangan video. SBY tak lain adalah mahasiswa Pak Bun saat kuliah program Doktor di Program Studi Ekonomi Pertanian (EPN) IPB.

“Pak Bunasor seorang pengajar yang sangat profesional dan menguasai materi yang diajarkan. Beliau ingin betul agar mahasiswa mengerti apa yang diajarkannya. Sebuah metode belajar yang berorientasi pada mahasiswa. Sementara sebagai Komisaris BRI, saya banyak mendengar beliau memiliki kinerja yang baik, menguasai bidangnya, dan pemahaman yang utuh tentang pertanian, sehingga membantu BRI dalam menyalurkan kredit bagi petani,” ujar Presiden SBY.

Acara purnabakti Pak Bun yang beristrikan Dr. Tatit Krissupijanti, M.Sc., ini juga diisi dengan Peluncuran tiga buah buku, yakni Biografi Prof.Dr. Bunasor Sanim, Ekonomi Sumberdaya Air dan Kesejahteraan Publik, dan The Golden Dynamic Triangle of Control System in PT Bank Rakyat Indonseia, Tbk.

Siapa sangka, sang Guru Besar ini ternyata awalnya bercita-cita sebagai Pegawai Kecamatan. Sebuah pekerjaan yang saat itu di kampungnya, Kampung Gatakan Desa Dumeling Kecamatan Wanasari Kab Brebes, sebuah pekerjaan yang terhormat.

Kini setelah Pak Bun Purnabakti, ternyata ide dan gagasannya masih pula dibutuhkan oleh IPB sebagai almamaternya, BRI dan juga Kabupaten Brebes. Rangkaian doa pun datang dari yang hadir, agar Pak Bun senantiasa diberi kesehatan dan husnul khotimah, sehingga bisa terus mengabdi pada negara dan bangsa ini hingga akhir hayat. (nm)