HIDIT 2026, IPB University Bahas Integrasi Warisan Budaya dan Transformasi Digital
Transformasi digital perlu berpijak pada warisan budaya, kearifan lokal, dan biodiversitas. Gagasan ini menjadi fokus International Conference on Heritage Information and Digital Transformation (HIDIT) 2026 yang digelar di Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University (23/10).
Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Manajemen Informasi dan Transformasi Digital (LMITD) IPB University ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan warisan budaya dan pengetahuan.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan HIDIT 2026. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan interaksi lintas negara dalam mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan transformasi digital yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Forum internasional seperti HIDIT 2026 menjadi kesempatan untuk memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, serta melahirkan inspirasi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya diskusi akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan pengetahuan dan pembangunan di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Chairperson HIDIT 2026, Dr Adisti Permatasari Putri Hartoyo menjelaskan bahwa konferensi ini untuk pertama kalinya diselenggarakan dengan cakupan topik yang beragam, meliputi heritage, cultural wisdom, transformasi digital, serta biodiversitas dan alam.
“Teknologi tidak bisa berdiri sendiri tanpa akar yang kuat. Kita perlu memahami budaya, warisan, dan kearifan lokal agar teknologi dapat membantu manusia, mempermudah kehidupan, serta menghadirkan terobosan dan inovasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, HIDIT 2026 memiliki tiga tujuan utama, yakni mengintegrasikan kearifan budaya, warisan, dan teknologi; memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti, praktisi, serta sektor swasta; dan mendiseminasikan hasil penelitian melalui publikasi ilmiah.
Luaran konferensi ini diharapkan mencakup publikasi pada jurnal internasional, buku, dan prosiding yang relevan dengan bidang keilmuan HIDIT. Kegiatan juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di bidang teknologi informasi, museum, kearsipan, perpustakaan, dan pelestarian warisan budaya.
Dr Adisti berharap HIDIT 2026 dapat menjadi wadah inspirasi dan pertukaran gagasan yang melampaui lingkungan akademik. Hasil diskusi diharapkan dapat dimanfaatkan oleh praktisi, birokrasi, dan pengambil kebijakan, sehingga pengembangan teknologi digital tetap berakar pada nilai budaya sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat luas.
Melalui HIDIT 2026, IPB University mendorong kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara untuk membangun transformasi digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan manusia. (AS)
