TEP IPB University Buat Pelatihan dan Praktik Budi Daya Selada Hidroponik di Kawasan Transmigrasi Salor
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University melaksanakan pendampingan budi daya hidroponik di Kampung Candra Jaya, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) dari Kampung Harapan Makmur, Candra Jaya, Kurik, Wonorejo, Salor Indah, serta Persit Yonif TP 801/Nduka Adyatama Yudha (NAY).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pemanfaatan teknologi pertanian yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat. Budi daya hidroponik menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan sayuran pada lahan terbatas, termasuk dalam menghadapi kondisi lingkungan dan musim yang berbeda.
Kegiatan pendampingan dilaksanakan oleh TEP IPB University yang diketuai Ir Supriyanto, STP, MKom, PhD, bersama anggota tim Tedi Zulia Putra, SHut; An Husaini Hadiarrahman, STrBns; M Zulham Azhar Maghfirah H, ST; Ifa Khofifah, SSi; dan Kuzaima Taqiyya Azqa Nabila Faza, SP.
Kepala Kampung Candra Jaya, Aris Rahmadi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, hidroponik memberikan alternatif metode budi daya yang dapat diterapkan masyarakat, terutama pada musim kemarau.
“Kami menyambut baik pelatihan hidroponik ini karena memberikan masyarakat alternatif metode tanam yang dapat diterapkan, terutama pada musim kemarau,” ujar Aris.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dan praktik mengenai tahapan budi daya hidroponik, mulai dari penyemaian benih, pembuatan dan penggunaan nutrisi AB Mix, proses pindah tanam, pemeliharaan, hingga pemanenan. Peserta juga mendapatkan praktik pembuatan yellow trap sebagai salah satu metode pengendalian hama.
Salah satu komoditas yang dibahas dalam kegiatan adalah selada. Menurut Eko Yuli Suryatiningsih, selaku pemilik kebun hidroponik, kualitas selada hasil budi daya hidroponik mendapat respons positif dari konsumen.
“Dari konsumen mengatakan selada hasil hidroponik punya tekstur yang lebih renyah dan rasa yang tidak pahit dibandingkan dengan selada yang ditanam di tanah,” ujar Eko Yuli
Ketua PKK Salor Indah, Suharti, turut menyampaikan bahwa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK yang sedang mengembangkan instalasi hidroponik di wilayahnya.
“Saat ini kami juga sedang membangun instalasi hidroponik di samping Balai Kampung Salor Indah. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal dalam pengembangan instalasi tersebut ke depannya,” ujarnya.
Kegiatan di Kampung Candra Jaya ini menjadi bagian dari upaya TEP IPB University dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui penerapan teknologi pertanian. Kolaborasi bersama pemerintah kampung, PKK, dan Persit diharapkan dapat mendorong keberlanjutan praktik hidroponik sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Salor. (*/Rz)
