Faperta IPB University Berikan 11 Golden Ticket bagi Pemenang Olimpiade Pertanian Indonesia 2026
Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University kembali menyelenggarakan Olimpiade Pertanian Indonesia (OPI) 2026 sebagai upaya mengenalkan luasnya peluang di sektor pertanian kepada generasi muda.
Puncak kompetisi yang berlangsung di Kampus IPB Dramaga, Bogor (17/10) ini memberikan 11 golden ticket bagi para pemenang untuk melanjutkan pendidikan di IPB University melalui jalur prestasi.
Dekan Faperta IPB University, Prof Suryo Wiyono mengatakan OPI telah memasuki tahun ketiga dan akan terus dilanjutkan karena memberikan dampak positif dalam mendorong prestasi siswa sekaligus memperkenalkan beragam bidang ilmu pertanian.
Menurutnya, pertanian tidak terbatas pada kegiatan budi daya, tetapi juga mencakup pemanfaatan teknologi maju, otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), hingga karantina tumbuhan. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian menawarkan beragam peluang yang perlu dikenali oleh generasi muda.
“Ilmu pertanian tidak sebatas gambaran sawah, kerbau, gunung, dan sungai seperti yang sering kita lihat di buku sekolah. Pertanian juga mencakup penggunaan teknologi maju, otomatisasi, AI, hingga karantina tumbuhan dan berbagai bidang lain yang mendukung kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meluruskan anggapan lulusan pertanian hanya akan bekerja di perkebunan. Menurutnya, luasnya cakupan keilmuan pertanian membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarier di berbagai bidang dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Selamat kepada para penerima golden ticket. Semoga kesempatan tersebut menjadi awal bagi para siswa untuk mengembangkan potensi dan mengambil peran dalam memajukan pertanian Indonesia,” kata Prof Suryo.
Ketua Pelaksana OPI 2026, Prof Syarifah Iis Aisyah menyampaikan bahwa kompetisi tahun ini diikuti 539 peserta dalam lima kategori. Sebanyak 154 peserta mengikuti lomba gagasan tertulis, 44 peserta mengikuti esai anak petani berprestasi, 19 peserta mengikuti videografi, 25 peserta mengikuti kontes foto, serta 237 peserta mengikuti lomba cepat tepat yang terbagi dalam 79 regu.
Peserta berasal dari berbagai daerah, terbanyak dari Jawa Barat, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, Jambi, Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Bali. Babak penyisihan dan semifinal dilaksanakan berdasarkan provinsi sebelum peserta melanjutkan kompetisi di babak final.
Perwakilan Ikatan Alumni Faperta IPB University, Muhammad Nur Asyik menilai OPI menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan pertanian. “Indonesia membutuhkan generasi yang cerdas, inovatif, dan berani menghadirkan solusi bagi tantangan pertanian,” ungkapnya.
Melalui OPI 2026, Faperta IPB University berharap semakin banyak generasi muda tertarik mendalami bidang pertanian dan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong kemajuan pertanian Indonesia. (AS)
