Teken MoU dengan Pemkab Situbondo, IPB University Tawarkan Kerja Sama Beasiswa Hingga Hilirisasi Inovasi

Teken MoU dengan Pemkab Situbondo, IPB University Tawarkan Kerja Sama Beasiswa Hingga Hilirisasi Inovasi

teken-mou-dengan-pemkab-situbondo-ipb-university-tawarkan-kerja-sama-beasiswa-hingga-hilirisasi-inovasi-
Berita

IPB University membuka sejumlah bentuk kolaborasi dengan pemerintah daerah, mulai dari beasiswa daerah, program Kepala Daerah Mengajar, hingga penerapan inovasi. 

Tawaran itu disampaikan dalam “Sarasehan Nasional: Sinergi Perguruan Tinggi, Media, dan Pemerintah Daerah untuk Pembangunan yang Berdampak” sekaligus penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IPB University dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo. 

Kegiatan diselenggarakan IPB University bersama Metropolitan.id serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo di Gedung Innopreneurship Center, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Kamis (15/10). 

Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi, mengutarakan berbagai bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari program pendidikan hingga penerapan inovasi.

Salah satunya Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan IPB University memberi kesempatan putra-putri terbaik daerah melanjutkan pendidikan tinggi, dengan seleksi melalui mekanisme yang disepakati bersama dan tetap menjaga kualitas akademik.

Ada pula program Kepala Daerah Mengajar. Para kepala daerah dapat berbagi pengalaman, gagasan, dan tantangan pembangunan kepada mahasiswa. 

Bersama Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjutnya, IPB University juga telah menyelenggarakan Sekolah Pemerintahan Desa yang kini memasuki angkatan ke-6. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam tata kelola, pembangunan, dan perencanaan desa berbasis data.

Di bidang inovasi, IPB University telah mengembangkan varietas padi, tomat, pisang, dan komoditas lain yang telah dimanfaatkan di sejumlah daerah. Sebagai contoh, IPB University bersama Pemerintah Provinsi Bali sukses mengembangkan bunga marigold untuk memenuhi pasar domestik yang sebelumnya bergantung pada impor.

Di peternakan, IPB University juga memiliki varietas ayam IPB D1 hingga D4 dan domba premium. Ayam hasil peneliti IPB University ini dengan pertumbuhan relatif cepat yang tetap berkarakter rasa ayam kampung. Di kelautan dan perikanan, pengembangan diarahkan pada perikanan budi daya, pengelolaan pesisir, dan hilirisasi.

“Inovasi tidak cukup berhenti pada tahap penelitian, tetapi perlu diterapkan dan dihubungkan dengan kebutuhan masyarakat serta peluang pasar,” tegas Dr Helmi. 

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, SSos, MSM, menyambut baik sejumlah tawaran tersebut. Rio berharap kolaborasi antara Pemkab Situbondo dan IPB University dapat diwujudkan melalui program-program yang konkret, terukur, dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah daerah berperan mengidentifikasi kebutuhan, memfasilitasi pelaksanaan program, dan menghubungkan para pemangku kepentingan. Sementara itu, perguruan tinggi dapat memberikan dukungan melalui penelitian, penerapan teknologi, pengembangan kapasitas, serta pendampingan di lapangan,” ujarnya.

Dengan demikian, kerja sama tidak hanya menghasilkan dokumen atau rekomendasi, tetapi juga mendorong perubahan nyata bagi petani dan masyarakat. Keberhasilan, kata dia, harus terlihat dari peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya kesempatan kerja, menguatnya ekonomi lokal, serta menurunnya angka kemiskinan. (dh)