Wujudkan Desa Sadar Pangan Aman: Tim KKN-T Keamanan Pangan IPB University Gelar SAPA di Desa Barengkok
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan lingkungan desa yang sehat dan berkualitas.
Melalui program SAPA (Sosialisasi dan Advokasi Pangan Aman), tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Keamanan Pangan IPB University hadir di Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memilih, mengolah, dan menyajikan pangan yang aman bagi keluarga (8/8).
SAPA melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, ibu rumah tangga, hingga penjaja kantin sekolah. Kegiatan diawali dengan pengecekan kesehatan, senam bersama, serta pembagian pangan sehat berbahan dasar umbi-umbian.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan kader keamanan pangan desa yang telah mendapatkan pelatihan dari tim KKNT Keamanan Pangan IPB University. Kader turut berperan dalam menyampaikan edukasi keamanan pangan kepada masyarakat.
Kolaborasi bersama BPOM
Program KKNT Keamanan Pangan IPB University merupakan bagian dari kolaborasi bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keamanan pangan.
Dalam kegiatan SAPA, kader menyampaikan materi mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga, 5 Kunci Keamanan Pangan Sekolah, serta Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Edukasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan praktis bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran kader sebagai penggerak keamanan pangan di Desa Barengkok.
Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat
SAPA mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Barengkok. Kegiatan ini menjadi wadah interaksi antara mahasiswa, kader, dan masyarakat untuk membangun pemahaman bersama mengenai penerapan keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan aktif masyarakat diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program dan memperkuat kolaborasi di tingkat desa.
Melalui SAPA, tim berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan diteruskan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar. Keberadaan kader keamanan pangan desa diharapkan mampu menjadi penggerak
keberlanjutan program setelah masa KKNT berakhir.
Dengan demikian, Desa Barengkok dapat menjadi desa yang semakin sadar, peduli, dan mandiri dalam mewujudkan keamanan pangan. (*/Rz)
