Di Genus 2026 IPB University, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Sebut Indonesia “Megadiversity”
Lapangan Telaga Inspirasi, Kampus IPB University, Dramaga, menjadi ruang perayaan keberagaman budaya Nusantara dalam Awarding Night Gebyar Nusantara (Genus) 2026, Sabtu (27/9). Kegiatan yang merupakan rangkaian Dies Natalis ke-63 IPB University ini melibatkan mahasiswa dari 76 organisasi mahasiswa daerah (Omda) untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya dari berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof (Hon), Dr Fadli Zon yang hadir dalam malam puncak tersebut, mengapresiasi penyelenggaraan Genus sebagai ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan sekaligus memajukan budaya daerah.
“Saya sangat apresiasi penyelenggaraan Gebyar Nusantara 2026 ini oleh BEM IPB University dan juga oleh 76 Omda. Ini menunjukkan kekayaan budaya dan keberagaman budaya kita yang direfleksikan oleh para mahasiswa di IPB University,” ujarnya.
Ia menyebut keberagaman Indonesia sebagai megadiversity. Menurutnya, kekayaan budaya tersebut merupakan modal penting yang perlu terus dirawat dan dikembangkan, termasuk sebagai bagian dari cultural capital dan diplomasi kebudayaan Indonesia.
“Indonesia ini, saya sejak hari pertama mengatakan megadiversity. Karena keragaman dan kekayaan budaya kita itu luar biasa. Tidak bisa lagi sekadar disebut diversity, tapi megadiversity,” katanya.
Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pemajuan kebudayaan. Budaya, menurutnya, tidak hanya menjadi warisan yang perlu dilestarikan, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi budaya.
“Budaya ini adalah soft power, bagian yang penting juga dari diplomasi kebudayaan kita. Batu bara, nikel, emas dan lain-lain akan habis, tetapi budaya tidak akan habis selama ada pegiatnya, ada manusianya, ada sumber dayanya,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana, mengatakan keberagaman yang hadir melalui mahasiswa menjadikan IPB University sebagai miniatur Indonesia. Di dalamnya beragam provinsi, suku, budaya dan lain sebagainya.
Ia menegaskan IPB University berkomitmen mengembangkan mahasiswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan membangun jejaring, berkolaborasi, berkreasi, dan tetap berakar pada budaya.
“Kami sangat berkomitmen untuk terus mengembangkan mahasiswa karena kami yakin bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana mereka bisa membangun jejaring, bisa berkolaborasi, bisa kreatif, dan yang lebih penting adalah bagaimana mereka tidak lepas dari akar budayanya,” ujarnya.
Menurut Ketua Pelaksana Gebyar Nusantara 2026, Jonathan Fabian tema “Luaskan Potensi Budaya dalam Kreativitas Anak Muda” tahun ini, menempatkan budaya sebagai sumber inspirasi untuk melahirkan kreasi baru.
“Kreasi merupakan hasil akhir yang ingin kita capai. Luasnya potensi budaya adalah apa yang akan kita gali, sedangkan kreativitas anak muda adalah pelaku yang akan menggali potensi-potensi budaya itu hingga menjadi sebuah kreasi yang baru,” jelasnya.
Melalui Gebyar Nusantara, IPB University terus mendorong mahasiswa menjadikan keberagaman budaya sebagai ruang untuk berkreasi, berkolaborasi, dan memperkenalkan kekayaan Indonesia. (AS)
