Sentuhan Estetik di Lahan Sempit, Tim Mahasiswa FPIK IPB University Kembangkan Bisnis Cupang Hias Zeco
Siapa sangka hobi memelihara ikan hias bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan di tangan mahasiswa? Tim mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University membuktikannya melalui brand Zeco.
Zeco adalah sebuah unit usaha yang fokus pada budi daya dan distribusi ikan cupang hias dengan pendekatan manajemen modern.
Dipimpin oleh Mohamad Toufik Hidayat dari Program Studi Teknologi Hasil Perairan, Zeco hadir untuk mengisi kekosongan pasar ikan hias di wilayah Dramaga, Bogor. Tidak memerlukan lahan yang luas, usaha ini mampu menghasilkan profit tinggi melalui variasi jenis dan motif ekor ikan yang unik, yang hingga kini masih menjadi primadona di kalangan pencinta ikan hias.
Keunggulan Zeco terletak pada ekosistem bisnisnya yang lengkap. Tidak hanya menjual ikan, mereka juga menyediakan produk pendukung seperti media pemeliharaan, perlengkapan akuarium, hingga akuaskap yang menambah nilai estetika produk.
“Ikan cupang sangat diminati karena bentuknya yang kecil namun memiliki variasi motif ekor yang sangat beragam. Di Dramaga sendiri, pasar hobiis masih sangat terbuka lebar karena belum banyak kompetitor yang menyentuh pasar kaget maupun komunitas lokal,” ujar Toufik Hidayat.
Tantangan utama dalam budi daya ini adalah sifat ikan cupang yang kanibal dan rentan terhadap infeksi jika kebersihan air tidak terjaga. Oleh karena itu, Zeco menerapkan standar perawatan intensif, termasuk menjaga kestabilan suhu ruang untuk menjamin kesehatan ikan sebelum sampai ke tangan konsumen.
Melalui dukungan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2026, Zeco tidak hanya belajar mengelola operasional budi daya, tetapi juga strategi pemasaran digital melalui Instagram dan TikTok. Inovasi mereka pun terus berkembang, salah satunya dengan rencana menjadikan ikan cupang sebagai produk hampers yang dipadukan dengan rangkaian bunga.
“PMW sangat mendukung kreativitas kami dan menjadi wadah belajar berbisnis yang nyata. Ke depan, kami berencana merambah ke breeding premium untuk menjaring pasar yang lebih eksklusif,” tambah Toufik.
Zeco membuktikan bahwa dengan ketekunan dan strategi digital yang tepat, bisnis budi daya tradisional bisa bertransformasi menjadi usaha kreatif yang memiliki daya saing tinggi. (MW)
