Jangkau 2.500 Warga di 15 Provinsi, 100 Tim Dosen IPB University Pulang Kampung Bawa Inovasi Riset
Sebanyak 100 kelompok Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University siap siap melakukan pengabdian dan menghadirkan inovasi secara langsung ke masyarakat.
Dospulkam merupakan salah satu program unggulan IPB University yang diinisiasi untuk mendorong dosen mengimplementasikan hasil riset dan inovasinya di daerah yang memiliki kedekatan historis maupun sosiologis dengan mereka.
Pada pelaksanaan tahun ini, program melibatkan sekitar 400 dosen dan 200 mahasiswa IPB University yang akan menjangkau 2.500 masyarakat di 97 desa/kelurahan, 55 kabupaten/kota di 15 provinsi di Indonesia.
Wakil Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University Bidang Pengembangan Agromaritim dan Science Technopark, Prof Tri Prartono, menyampaikan program Dospulkam terus menunjukkan peran strategis dalam membangun kedekatan antara institusi dengan masyarakat desa.
“Program ini sudah dilaksanakan beberapa tahun. Pendampingan kepada masyarakat tentu bukan sesuatu yang mudah, tetapi melalui proses tersebut akan terbangun kepercayaan antara dosen, IPB University, dan desa-desa tempat kegiatan berlangsung. Itu menjadi poin utama dari program ini,” ujarnya dalam acara Penandatanganan Kontrak Dospulkam 2026, Selasa (23/6).
Menurut Prof Tri, keberlanjutan program menjadi aspek penting yang perlu terus diperkuat. Ia menjelaskan bahwa tidak semua inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi memiliki kesiapan untuk diterapkan di sektor industri. Karena itu, masyarakat menjadi ruang implementasi yang sangat tepat agar inovasi dapat memberikan manfaat secara langsung.
Sementara itu, Asisten Bidang Layanan Agromaritim LPA2I IPB University, Dr Supriyanto, menjelaskan bahwa tujuan utama Dospulkam tidak berhenti pada pelaksanaan pengabdian dalam satu periode, tetapi membangun fondasi kerja sama yang berkelanjutan antara dosen dan masyarakat.
“Keberlanjutan program ini diharapkan lahir melalui kerja sama yang terbangun antara dosen dengan desa atau kawasan tempat mereka berkegiatan. Dari interaksi tersebut akan muncul kolaborasi-kolaborasi baru yang tidak hanya melalui Dospulkam, tetapi juga dapat dilanjutkan melalui skema penelitian maupun pengabdian lainnya, seperti pendanaan BIMA ataupun sumber kerja sama lainnya,” ungkapnya.
Melalui pendekatan tersebut, Dospulkam diharapkan mampu menjadi pintu masuk lahirnya ekosistem kolaborasi multipihak yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, hingga masyarakat sebagai mitra pembangunan. Sinergi ini menjadi kunci agar inovasi IPB University tidak berhenti sebagai luaran riset, tetapi berkembang menjadi solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (*/Rz)
