IPB University dan IIIEF Turkiye Kolaborasi Perkuat Ekonomi Syariah Global
Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University menandatangani letter of intent (LoI) bersama Istanbul Institute of Islamic Economics and Finance (IIIEF), Turkiye.
Hal tersebut berlangsung di tengah agenda kuliah umum internasional bertajuk “The Challenges in the World Economy and Financial Integration of OIC Countries in the Age of Digitalization” yang juga menghadirkan President IIIEF, Prof Mehmet Bulut, sebagai pembicara utama. Kehadirannya disambut oleh Dekan FEM IPB University, Prof Irfan Syauqi Beik dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Dr Khalifah Muhamad Ali.
Penandatanganan LoI menjadi landasan formal kerja sama kedua institusi dalam bidang pendidikan, riset kolaboratif, dan pertukaran pengetahuan. Dekan FEM IPB University, Prof Irfan Syauqi Beik menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperluas jejaring internasional ekonomi syariah.
“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga mendorong kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi syariah global,” kata dia saat menyambut Prof Mehmet Bulut di Kampus IPB Dramaga, beberapa waktu lalu.
Dalam kuliah umumnya, Prof Mehmet Bulut mengungkapkan bahwa dunia saat ini tengah mengalami pergeseran kekuatan ekonomi dari Barat ke Timur. Ia menyatakan bahwa sistem kapitalisme konvensional menghadapi berbagai krisis, sehingga diperlukan pendekatan baru berbasis nilai kemanusiaan dan etika. Menurutnya, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi solusi alternatif yang lebih berkeadilan.
Ia juga menyoroti potensi negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) yang diproyeksikan memiliki total produk domestik bruto (PDB) mencapai USD52 triliun pada tahun 2050. Prof Mehmet juga memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan utama dengan PDB mencapai USD4,7 triliun.
Untuk menjawab tantangan digitalisasi, Prof Mehmet Bulut memperkenalkan konsep Integrated Digital Islamic Trade Facilitation Framework (IDITFF). Ia menjelaskan bahwa kerangka ini mampu mempercepat transaksi perdagangan internasional secara signifikan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Rangkaian kegiatan berlangsung secara khidmat dan interaktif. Momentum ini diharapkan menjadi katalis bagi civitas akademika IPB dalam mengembangkan inovasi ekonomi syariah yang berdaya saing global. (*/dr)
