Mahasiswa IPB University Buat Digital Campaign #KitaUbah Bersama Waste4Change
Isu pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi tantangan yang belum terselesaikan, terutama dari sisi kebiasaan masyarakat. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University menghadirkan digital campaign bertajuk #KitaUbah bekerja sama dengan PT Wasteforchange Alam Indonesia.
Kampanye ini digagas oleh Rachel Triana Azzahra dan Fahriza Rifalsyah sebagai upaya menghadirkan pendekatan komunikasi yang lebih relevan, dekat, dan mendorong aksi nyata dalam pengelolaan sampah.
Rachel menuturkan, campaign #KitaUbah tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif audiens melalui berbagai aktivitas digital yang terintegrasi.
“Campaign ini dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu #UbahBersama yang mengangkat kesadaran kolektif, #UbahDiri yang menekankan perubahan dari kebiasaan individu, serta #UbahSampah yang memberikan edukasi praktis terkait pengelolaan sampah,” urainya.
Sebagai bentuk implementasi, Rachel menuturkan, kampanye ini menghadirkan berbagai output komunikasi digital, mulai dari produksi video kickoff campaign sebagai konten pembuka, konten edukatif dalam format Instagram Reels, hingga pengembangan takarir (caption) persuasif yang dirancang untuk menjangkau audiens secara lebih luas.
Selain itu, #KitaUbah juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi langsung melalui online challenge yang mendorong praktik pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Partisipasi ini diperkuat dengan penggunaan hashtag #KitaUbah yang memungkinkan audiens membagikan pengalaman mereka secara organik di media sosial.
“Untuk memperluas jangkauan, kami turut berkolaborasi dengan key opinion leader (KOL) yang berperan dalam menyebarkan pesan campaign kepada komunitas yang lebih luas,”
Tidak hanya menyasar audiens eksternal, campaign ini juga mendorong keterlibatan internal melalui pendekatan employee generated content (EGC). Karyawan Waste4Change ikut berkontribusi dalam menyampaikan pesan lingkungan melalui konten keseharian mereka.
Fahriza menjelaskan bahwa program EGC ini juga diperkuat melalui pelatihan bersama content creator @cleoardeliaa yang berpengalaman di bidangnya. “Kami menghadirkan content creator sebagai mentor untuk membekali karyawan dengan basic skill, mulai dari editing sederhana hingga cara menyampaikan pesan yang engaging. Harapannya, konten yang dihasilkan tidak hanya lebih menarik, tetapi juga mampu memperluas jangkauan campaign #KitaUbah melalui perspektif yang lebih personal,” ujarnya.
Bagi Rachel dan Fahriza, campaign #KitaUbah menjadi langkah awal bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil.
“Campaign ini diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana komunikasi digital dapat dimanfaatkan secara kreatif untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, sekaligus memperkuat peran Waste4Change sebagai penyedia solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*/Rz)
